Rabu, 22 Februari 2023

Bongkar Konsep Kehidupan (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 2)

Pertemuan pertama harusnya menjadi kunci apakah peserta akan antusias untuk rangkaian kegiatan kedepannya atau tidak. Di pertemuan pertama ini yang bertugas memandu acara adalah Kang Purwa ex Broadcaster Radio ternama Bandung, asek. Terlihat memang keseriusan Sekolah Rumah Tangga untuk mengeksekusi kegiatan ini.

Kang Ulum sebagai salah satu promotor mengawali sesi ini dengan mengangkat teori psikologi manusia barat yang sangat populer di kalangan anak muda seperti kami (yakinilah para peserta terutama Wahyu dan Shahnaz masih memiliki wajah anak muda). Titik.

Ada tiga teori besar yang diangkat yaitu Freudian Psychoanalysis, Radical Behaviorism dan Humanistic.

Pertama, Fredian Psychoanalysis (Sigmud Freud 1856-1939).



Teori ini mengatakan bahwa dorongan untuk menggerakan diri manusia berasal dari energi seksual alias libido. Kesadaran pada teori ini tidak terlalu penting, bahkan menganggap manusia beragama bukan karena suatu pilihan tetapi akibat pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.

Kedua, Radical Behaviorism (John B Watson 1878-1958).



Pada teori popular ke dua ini, mereka mengatakan bahwa manusia bertindak berdasarkan pengaruh lingkungan fisik, BUKAN karena dorongan insting dan BUKAN juga karena kecenderungan bawaan. Dengan menganalisa unsur fisik eksternal manusia, kita bisa mengetahui sensasi unsur internalnya. Bahasa sederhananya mereka bisa meneliti apa yang diberikan lingkungan fisik yang membuat respon balik dari manusia.

Inti teori ini seperti pepatah yang sering didengarkan oleh parenting konvensional dengan kalimat “manusia itu seperti kertas kosong, menunggu untuk ditulisi berdasarkan pengalaman hidupnya yang dipengaruhi oleh lingkungan eksternal”. Teori ini merujuk dari konsep Tabula Rasa milik John Locke (1632-1704).  Mungkin om John Watson ini cucunya om John Locke, tapi agak aneh juga namanya sama didepan bukan dibelakang. Grrrrrrrr.

Ketiga, teoris Humanistic milik om Maslow (1908-1970).



Diagram Maslow kayaknya semua anak humaniora pasti tahu deh. Manusia ingin mencapai titik tertinggi yaitu aktualisasi diri. Setiap orang pokoknya pengen membuat dirinya menjadi lebih baik. Pribadi manusia dikatakan akan bertindak dengan kemauannya sendiri bukan sekedar oleh lingkungannya.

Hmmmm, kami akui 3 teori itu cukup sering diperdengarkan diperbincangan kaum yang mengaku intelektual sih. Terlepas nama yang kami hafal sebenarnya cuma om Maslow sih, kalau nama yang lain kurang mirip sama nama makanan soalnya (read: identik marsmelow spongebob).

Setelah diajak sedikit mendalami tiga teori ini kami diajak mengenal Islamic Wordview atas teori perkembangan dan dorongan manusia tadi. Alias “Bagaimana sih susunan kepercayaann yang mendasari dan membentuk pemikiran dan tindakan manusia berdasarkan Islam”. Ada beberapa tokoh yang diperkenalkan seperti Prof Naquib Al Attlas, Prof Hamid Zakarsyi, Prof Wan Daud dan Ustadz Hary Santosa Hasan. Tokoh terakhir (ustadz Hary) katanya salah satu tokoh utama yang menjerumuskan Kang Ulum dan Teh Pepew (Febrianti) untuk konsen dengan isu keluarga.

Kalimat pembuka dalam bab antithesis teori Human Nature Concept (Psikologi Manusia Gaya Barat) adalah QS Al Mu’minun 115Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Kalimat pembuka ini cukup makjleb, selama ini, kita tahunya manusia itu memang paling besar dikontrol oleh nafsu / libido (Freudian Psycianalysis) atau manusia itu tidak memiliki pembawaan karena menunggu ditulis oleh lingkungannya (Radical Behaviorism / Tabula Rasa) sampai dengan teori bahwa manusia hidup hanya untuk membuat aktualisasi atau dihargai seumur hidupnya (Diagram maslow).

Lalu bagaimanakah maksud dari Sang Esa menciptakan manusia? Apakah benar hanya sekedar memuaskan nafsu? Apakah kita tidak punya pilihan untuk membentuk dirinya sendiri dan hanya mengikuti lingkungan? Atau apakah kita seumur hidup hanya ingin mencari penghargaan manusia?

Bersambung….

Niat-nya sih mau nulis bersambung, karena ternyata tulisannya ini cukup panjang, padet sih teorinya selama sesi belajar sama Kelas Intensif Keluarga ini. Tapi berhubung  tulisannya ini kami jadikan pemenuhan tugas kelas, mau tidak mau harus diselesaikan dalam satu postingan. Hahahha

Okeh, jawaban dari pertanyaan di atas seluruhnya ternyata ada di Manual Book Manusia Sepanjangan Masa, alias Al Quran pendampingnya Al Hadits.

Antitesis teori barat tersebut bisa disimpulkan dengan beberapa statement yaitu:

Kedudukan (Jabatan) Manusia (QS Al Baqarah 30)

“Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu Berfirman kepada para malikat,’Aku hendak menjadikan Khalifah di Bumi’. Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan sesuatu yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh, Aku Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Bisa menjawab teori Freudian Psycoanalysis dan Humanistic.

Manusia Memikul Amanat (QS Al Ahzab 72)

“Sesungguhnya Kami telah Menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.”

Bisa menjawab teori Freudian Psycoanalysis dan Humanistic.

Maksud Penciptaan Manusia (QS Adz Dzariyat 56)

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku.”

Bisa menjawab teori Humanistic dan Radical Behaviorism.

Persaksian Kepada Allah (QS A; Araf 172)

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab : Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini) keesaan Allah)”.

Bisa menjawab teori Radical Behaviorism dan Humanistic.

Manusia Terlahir Fitrah (HR Bukhari dan Muslim)

“Tidaklah setiap anak dilahirakan kecuali dia dilahirkan di atas fitrah. Maka, Bapak Ibunya lah yang menjadikan Yahudi, atau menjadikannya Nasrani, atau menjadikannya Majusi”.

Bisa menjawab teori Radical Behavorism..

Unsur Diri Manusia (QS Al Hijr 28-29)

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat yang kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan ruh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”.

Imam Al Ghazali menulis, “ Manusia, secara garis besar, terdiri atas tiga unsur. Pertama adalah unsur jasmani (jism) yang terbuat dari tanah, air dan lain-lain. Kedua adalah unsur ruh yang terbuat dari Cahaya, fungsi ruh adalah untuk menghidupkan jasmani saja. Dan yang ketiga adalah unsur jiwa (nafs)”.

Iman Al Ghazali menjelaskan bahwa nafs merupakan identitas esensial dari manusia. Mengapa bukan ruh yang menjadi dasar? Sebab ruh juga ada pada selain manusia. Kenapa bukan jasmani? Karena jasmani adalah unsur materi yang suatu saat komposisiya bisa rusak.

Kesimpulan pada sesi pertama ini adalah ternyata manusia diciptakan sudah memiliki maksud dan tujuan yang bersifat Fitrah. Fitrah menurut beberapa ulama:

Mengakui ke-Esa-an Allah atau Tauhid (Ibnu Katsir)

Kecenderungan untuk menerima kebenaran (Al Maraghi)

Tabiat yang menghantarkan pada ma’rifatullah (Al Qurthubi)

Slide presentase terakhir diutup dengan kalimat ini:

“Anak kita adalah MANUSIA, ialah AMANAH dari Allah, maka dalam mendidik dan membesarkannya, harulah SELARAS dengan maknamanusia juga maksud penciptaannya”.

 

Bersambung…

Kali ini beneran bersambung, capek ah. Hahahah

Wahyu dan Shahnaz

 

Sumber gambar untuk mempermanis:

https://www.youtube.com/watch?v=bzVg3lnWX28

https://zerotoeternity.com/psychology/biography-john-b-watson/

https://id.wikipedia.org/wiki/Hierarki_kebutuhan_Maslow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar