Jumat, 09 Juni 2017

Lending Perbankan



Sempat beberapa hari tulisan lanjutan seputar AO / RO / Lending tidak dilanjutkan. Untuk menebusnya, akan saya selesaikan pada artikel ini.

Tahapan inisiasi kredit yang telah dibaca (jika belum klik disini) adalah tahapan penilaian awal. Nantinya jika pada penilaian ini diketahui bahwa calon debitur (yang mau melakukan pinjaman ke bank) memiliki kualitas baik (baca: sesuai dengan kriteria perbankan) maka AO / RO /Lending bisa melanjutkannya ke tahap pembuatan proposal kredit.

Tahap pembuatan proposal kredit lebih kompleks. Saya hanya akan memberikan gambaran umumnya. Tahap ini AO / RO akan meyakinkan komite kredit agar memberikan pinjaman ke calon debitur melalui proposal kredit. Dalam proposal kredit wajib dihadirkan analisa yang komprehensif. Biasanya analisa ini dikenal dengan istilah 5C. Saya coba jabarkan secara sederhana:

Character (Karakter)
Mencakup apakah pribadi ini bisa dipercaya atau tidak. Caranya? Bisa lewat interview langsung atau melalui orang lain yang pernah berhubungan dengan calon debitur tersebut. Karakter adalah hal pertama yang harus dilihat. Karena karakter menyangkut “MAU” tidaknya dia membayar. Ada debitur yang walaupun punya uang tapi TIDAK MAU untuk membayar kewajiban, ini tentu berkaitan dengan karakter. Metode yang digunakan: BI Checking, trade checking, interview dsb.
*bersambung

Pembagian Rekening (2)



Dengan demikian, sebagai new jobber. Jangan sampai ada rasa enggan untuk memiliki lebih dari satu rekening. Minimal sebagai new jobberharuslah memiliki rekening operasional diluar rekening gaji. Berikut tips untuk membuat rekening operasional:

  • Tentukan mana rekening yang akan dijadikan pusat aktivitas rekening dan mana rekening yang hanya digunakan sebagai penampungan (tabungan). Kalaupun kita akan menggunakan rekening gaji sebagai operasional, itu berarti silahkan buka rekening baru sebagai rekening tabungan. Intinya harus memiliki rekening opersional diluar rekening tabungan. Tidak terlalu masalah jika kita sudah nyaman menggunakan rekening gaji sebagai rekening operasional, asalkan porsi yang ingin diisikan setiap bulan diletakan pada rekening berbeda.

Pembagian Rekening (1)



Umumnya para new jobber akan mendapatkan sebuah rekening baru yang khusus digunakan untuk menerima gaji bulanan dari perushaan tempat bekerja. Sebuah rekening yang spesial karena inilah yang akan menjadi perantara berubahnya keringat menjadi pundi uang.

Sebagai new jobber biasanya kita akan fokus terhadap rekening gaji tersebut sebagai rekening operasional bulanan. Entah karena alasan malas menyimpan lebih dari satu buku rekening dan atm-nya, atau karena enggan membayar biaya administrasi lebih dari satu rekening. *duuuh pelitnya ya. :)

Selasa, 06 Juni 2017

Kebiasan Baru Tradisi Lama (2)



Hal terbeut membuat kita terjebak dalam “kebiasan baru tapi tradisi lama”. Kita mendapatkan kebiasan baru, dimana setiap bulan akan mendapatkan hasil keringat kita sendiri berupa rupiah, dollar atau ucapan terima kasih. #Eh yang terakhir cuma bumbunya ya cash-nya mah tetap harus. Heheheh

Namun, diwaktu yang bersamaan. Kita juga terjebak dengan tradisi lama. Yaitu makan bersama orang tua secara gratis. Hohoho. Susah move up kan ya? Apalagi kebayang penghematan gaji kita dengan makan bersama orang tua.

Kebiasaan Baru Tradisi Lama (1)



Mayoritas para new jobber adalah mereka yang sebenarnya masih hidup bersama keluarga. Contohnya, walau sudah bekerja tapi masih hidup bersama orang tua. Para orang tua banyak masih memberikan fasilitas layaknya saat kita belum bekerja. Ya mungkin untuk uang saku sudah dikurangi, atau malah sudah tidak diberikan sama sekali. Tapi tanpa sadar, tunjangan tidak langsung terus saja mengalir.

Tunjangan tidak langsung seperti makanan. Sebelum ke kantor kita sarapan bersama orang tua. Saat pulang kantor pun tanpa sadar kita masih makan malam bersama orang tua. Hanya makan siang yang new jobber alokasikan gajinya.

Minggu, 04 Juni 2017

Hilang Tanpa Jejak

Dahulu aku memimpikanmu,
Berharap kamu hadir dalam akhir bulanku,
Mampu memberi senyum dan harapan, 
Pada pribadi yang sedang menanti mapan. 

Kau menjadi harapan,
Dikala semua kesusahan, 
Mampu menegarkan hati, 
Dan menjadi wakil dari Ilahi. 

Sabtu, 03 Juni 2017

Hubungan Jomblo dan Boros



Eh SABAAAARRRRRR….

Jangan dulu banting gadget-nya.

Ini ujian kok.

Kita tahu kok, kata jomblo begitu sensitif diabad 21 ini. Apalagi judulnya seakan membuat kesan bahwa jomblo itu boros. Penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Tapi tenang, kita sama-sama jomblo kok, eh maksud saya single. Kamu aja kali jomblo. Hahaha

Tapi ternyata benarloh. Tingkat kejombloan berbanding lurus dengan kepasitas pemborosan. Sabar, ini ada penjelasan ilmiahnya. Kami mengutip di kompas.com kolom lifestyle (1). Menurut Journal of Consumer Research, peneliti dari Hong Kong menjelaskan, orang-orang yang merasa kesepian atau sedih menganggap diri mereka lebih “kaya” sebagai upaya untuk menaikan harga diri mereka. Oleh karena itu, mereka cenderung untuk sering berjudi dan membuat keputusan keuangan berisiko. Hal ini akan membantu mereka menghilangkan rasa sedih dan kesepiannya.

Jumat, 02 Juni 2017

Hukum Kekekalan Gaji (Energi)

Bagi anak SMA yang sempat belajar pelajaran fisika, seharusnya tidak asing dengan hukum Kekekalan Energi. Bahasa gaulnya adalah Hukum I Termodinamika.
Bunyinya "Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan (konversi energi)."

Penjelasan awamnya adalah seluruh energi yang telah berada di Bumi tidak akan pernah hilang, melainkan hanya akan berubah bentuk. Misal,  energi listrik berubah menjadi panas. Listrik hilang, tapi terciptalah panas. Energi listrik tidak pernah meninggalkan bumi. Hanya berubah bentuk.
Kurang lebih seperti itulah teori yang dipelopori oleh James Prescot Joule. Ya kalau diibaratkan kehidupan para jomblo,  mungkin seperti ini. Cinta itu adalah abadi, tapi berdoalah cintanya tidak berubah (berpindah) ke orang lain. Gitu kali ya hehehehe.