Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Maret 2023

Arigatou (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part Final)

Tujuh pertemuan telah berlalu. Kayaknya baru kemarin deh pertemuan pertama selesai dan berpikir perjalanan masih panjang.

Tadi saat pertemuan terakhir ini qadarullah kami ternyata malah menjadi peserta terakhir pulang (factor nunggu abang grab), pertama kali sejak awal pertemuan. Suasana Daarul Muthmainah tiba-tiba terasa sepih. Ah, mellow-nya tiba-tiba nambah mana kalah ada Ibu-Ibu yang pamitan ke adik-adik santri, kayaknya yang ikut program terpisah.

Fitrah Estetika & Bahasa, Fitrah Individualitas & Sosialitas dan Fitra Jasani (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 8)

 

WOW. Pertemuan terakhir. 3 fitrah terakhir.Hmmmm.  Kok jadi mellow sih.

Mungkin habis tulisan ini kami buat tulisan penutup deh, biar seimbang karena ada tulisan pertama yang memang belum masuk materi.

 

Sejujurnya kami awalnya menganggap 3 fitrah terakhir ini gak terlalu keren. Kalau fitrah-fitrah sebelumnya kan keliatan keren sekaligus membumi. Nah yang ini ada yang keren tapi tidak membumi, serta ada yang membumi tapi tidak keren. Grrrrrrr.

 

Sabtu, 11 Maret 2023

Peran Ayah dan Ibu Selaras Fitrah dan Pendidikan Aqil Baligh (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 5)


“Eh, kok tumben sih judul tulisan sesuai dengan judul kelas?”


Mohon maaf nih, tapi sesi ini memang banyak teorinya alias memasuki kelas berat.

Tapi sebelum serius kuadrat, ada kalimat dari para Ulama yaitu “Sejatinya Istiqomah bisa lebih hebat dari 1000 Karomah”. Isiqomah sesuai FITRAH yang telah diberikan akan cukup untuk membuat hidup berjalan sampai finish line, dibandingkn orang yang punya banyak kelebihan (Karomah) namun tidak istiqomah. Eaaaaa. Semoga kami para peserta berusaha istiqomah sampai pertemuan ke tujuh nanti, semoga tidak ada halangan syar’i yang membuat langkah kaki kami terhenti. Amiiiiin.

Kelas dimulai dengan membuka pandangan kami tentang REMAJA. Jebeeeeeeer. Begitu diminta untuk menyampaikan pandangan kami tentang remaja, maka yang muncul adalah preferensi negative. Mulai dari darah panas, emosian, narkoba, sex bebas dan sebagainya. Inilah FENOMENA REMAJA.

Restart dan Start (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 4)

 Pada pertemuan ke tiga ini kami diajak untuk me-restart diri dan melakukan start yang baru. Kami tidak diminta untuk melakukan install aplikasi yang baru, karena ingat, sesuai pertemuan sebelumnya, manusia sudah memiliki install-an aplikasi yang paling canggih dan mumpuni. Itu adalah FITRAH.

Kita sudah mengetahui, pengertian restart diri adalah kembali pada FITRAH. Namun, bagaimana kah cara melakukan start yang baru? Utamanya, untuk melakukan start yang baik, kita wajib tahu akan finish dimana. Tanpa mengetahui finish line, tentu sehebat apapun kita melakukan start, ujungnya kita akan tersesat kembali.

Banyak pemuda serta orang tua muda yang belum bisa menjawab pertanyaan dibawa ini:

Aku ini apa?

Hidup untuk apa?

Berkeluarga untuk apa?

Apa benar menjadi Ayah?

Apa benar menjadi Ibu?

Jumat, 24 Februari 2023

Sadar Akan Fitrah (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 3)

Pada pertemuan pertama kami diajak berpikir gaya Eropa dan kemudian disandingkan dengan gaya Timur Tengah (read: Islam). Dari sini kami tersadar bahwa sebenarnya setiap manusia di muka bumi ini telah diciptakan dengan maksud dan tujuan. Manusia sudah memiliki suatu bawaan identitas jauh sebelum dilahirkan, ini dikenal sebagai fitrah manusia. Pertemuan kedua ini kang Ulum memperdalam konsep fitrah ini.



Di awali dengan pengertian dari Imam Al Ghazali dalam kitab Mizanul Amal menyampaikan bahwa “fitrah adalah suatu sifat dasar manusia yang dibekali sejak lahir dengan memiliki keistimewaan-keistimewaan”. Keistimewaan-keistimewaan yang dimaksud adalah

·         Beriman kepada Allah

·         Dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran

·         Dorongan biologis berupa tabiat , syahwat

·         Kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat dasar manusia yang dapat dikembangkan dan disempurnakan

Dikelas KIK (Kelas Intensif Keluarga) ini kami juga dikenalkan dengan gerakan “Fitrah World Movement” yang menjadi rujukan sebagian teori dari Sekolah Rumah Tangga. Hasil googling saya sih FITRAH ini punya singkatan yaitu:

·        

Rabu, 22 Februari 2023

Bongkar Konsep Kehidupan (KIK-Belajar Jadi Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Part 2)

Pertemuan pertama harusnya menjadi kunci apakah peserta akan antusias untuk rangkaian kegiatan kedepannya atau tidak. Di pertemuan pertama ini yang bertugas memandu acara adalah Kang Purwa ex Broadcaster Radio ternama Bandung, asek. Terlihat memang keseriusan Sekolah Rumah Tangga untuk mengeksekusi kegiatan ini.

Kang Ulum sebagai salah satu promotor mengawali sesi ini dengan mengangkat teori psikologi manusia barat yang sangat populer di kalangan anak muda seperti kami (yakinilah para peserta terutama Wahyu dan Shahnaz masih memiliki wajah anak muda). Titik.

Ada tiga teori besar yang diangkat yaitu Freudian Psychoanalysis, Radical Behaviorism dan Humanistic.

Pertama, Fredian Psychoanalysis (Sigmud Freud 1856-1939).



Teori ini mengatakan bahwa dorongan untuk menggerakan diri manusia berasal dari energi seksual alias libido. Kesadaran pada teori ini tidak terlalu penting, bahkan menganggap manusia beragama bukan karena suatu pilihan tetapi akibat pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.

Kedua, Radical Behaviorism (John B Watson 1878-1958).



Pada teori popular ke dua ini, mereka mengatakan bahwa manusia bertindak berdasarkan pengaruh lingkungan fisik, BUKAN karena dorongan insting dan BUKAN juga karena kecenderungan bawaan. Dengan menganalisa unsur fisik eksternal manusia, kita bisa mengetahui sensasi unsur internalnya. Bahasa sederhananya mereka bisa meneliti apa yang diberikan lingkungan fisik yang membuat respon balik dari manusia.

Inti teori ini seperti pepatah yang sering didengarkan oleh parenting konvensional dengan kalimat “manusia itu seperti kertas kosong, menunggu untuk ditulisi berdasarkan pengalaman hidupnya yang dipengaruhi oleh lingkungan eksternal”. Teori ini merujuk dari konsep Tabula Rasa milik John Locke (1632-1704).  Mungkin om John Watson ini cucunya om John Locke, tapi agak aneh juga namanya sama didepan bukan dibelakang. Grrrrrrrr.

Selasa, 21 Februari 2023

Kuliah Jadi Orang Tua (KIK-Belajar Jad Ayah dan Ibu Selaras FItrah-Pengantar)

Memasuki umur Shanum (anak kami) empat bulan memberikan tanda bahwa kami (Wahyu dan Shanaz) sudah memasuki bulan ke 14 sebagai pasangan Suami Istri. Dalam kurun waktu ini ternyata memang tidak mudah untuk saling menyesuaikan diri dengan pasangan kami. Sudah cukup lama saling mengenal dari kejauhan tidak menjamin kita menjadi paling tahu tentang pasangan kita. But we did it , Alhamdulillah dan Bismillah.

 

Sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki kualitas diri dan hidup untuk keluarga kami, maka dalam waktu 4 bulan terakhir kami mencari kelas / komunitas untuk belajar bagaimana menjadi pribadi yang lebih ideal terutama sebagai pasangan dan orang tua.

 

Selasa, 19 Mei 2020

Menyambut New Normal (Harapan Baru Hidup Bersama COVID-19)-Bagian Akhir


(bagi yang belum baca bagian satunya klik di sini)

New Normal bagi sebagian orang mungkin adalah sebuah teori keputusasaan. Teori yang muncul karena belum ada yang bisa memprediksi kapan wabah COVID-19 ini bisa selesai. Belum ada perusahaan swasta yang mengklaim keberhasilan vaksin. Belum ada Negara adidaya yang sanggup menghentikan rantai persebaran Covid-19 secara paten di Negara-nya.

Dan akhirnya, muncul teori New Nomal. Teori keputusasaan bagi sebagian orang. Bagi saya pribadi ini bukanlah teori keputusasaan. Ini merupakan hukum alamiah dimana penyesuaian itu perlu. Munculnya kebiasaan dan standar baru. Sejak dulu Manusia selalu memiliki fase new normal kemudian dianggap menjadi sebuah hal normal.

Senin, 18 Mei 2020

Menyambut New Normal (Harapan Baru Hidup Bersama COVID-19)

new normal (sumber gambar suara.com)

Kurang lebih lima bulan setelah Covid-19 atau Virus Corona diumumkan ke publik oleh Pemerintah Tingkok . Tepatnya 31 Desember 2019 kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mendapatkan informasi tentang ajanya sejenis Pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya.

Setelah diumumkan ke publik. WHO dan Pemerintah Tongkok pun menelusuri asal muasal penyakit ini. Namun, memang masih terdapat perbedaan informasi publik terkait kasus 001 COVID-19. Ada yang menyebutkan kasus pertama terjadi pada awal Desember 2019 dan ada pula yang mencoba menarik kesimpulan tentang kasus bulan November tahun 2019.

Intinya pada fase awal penularan terjadi dua teori penyebaran yaitu transmisi import dan transmisi lokal.  Hal ini juga yang membuat banyak pemerintah dunia akhirnya melakukan lock down atau pembatasan gerak keluar masuk Negaranya.

Minggu, 19 April 2020

Excited Tak Berbuah (Alumni Gathering IYLSP 2020 part 2)



3. Lokasi Yang Bombastis

Lokasi acara bertempat di Probolinggo-Jawa Timur, daerah yang jarang terdengar oleh khalayak ramai. Maklum, sepertinya wisata di daerah tersebut masih dalam tahap pengembangan dan siklus hidup di sana sepertinya damai-damai saja. Biasanya, daerah yang cepat viral ya daerah yang wisatanya sudah ter-ekspose atau daerah yang ada masalah.

Bagi saya, daerah yang jarang ter-ekspose seperti ini justru menyenangkan untuk di datangi karena membuat penasaran. Ingatlah saat dulu kamu pensaran dengan seseorang, rasanya gimana gitu kan.
Dulu sih sempat lewat saat perjalanan menuju Banyuwangi di awal 2019, tapi itu tengah malam, Probolinggo belum bersolek jadinya. Oh iya, walaupun tengah malam, hasrat saya juga sempat naik manakala untuk pertama kalinya saya melihat bangunan yang seperti terbakar secara merata saat tengah malam. Ya, itulah gedung Paiton Energy yang mengelola PLTU Paiton. 

Selasa, 03 Desember 2019

Welcome to Karimun Jawa (Travelling and Teaching 20 Karimun Jawa – bagian Empat)


Baca dulu bagian tiga-nya kalau belum, klik disini

Bis carteran membawa kami ke Kabupaten Jepara, lama perjalanan kalau tidak salah berkisar 2 sd 3 jam dari Semarang. Jepara sendiri merupakan daerah yang legendaris. Bukan main-main, inilah kota yang menjadi tempat kelahiran Ibu kita Kartini. Pahlawan nasional yang identik dengan selogan “habis gelap terbitlah terang”. Sekedar info sebenarnya itu bukan selogan tetapi merupakan judul buku milik beliau.

Kepulauan Karimun Jawa memang terletak di wilayah administrasi Kabuaten Jepara, sehingga pelabuhan utama untuk ke Karimun Jawa terletak di sini juga. Pelabuhan Kartini Jepara namanya. Kami tiba sekitar pukul tiga dini hari.

suasana dini hari di pelabuhan kartini Jepara

Senin, 05 Agustus 2019

Reinforcement Time (Travelling and Teaching 20 Karimun Jawa – bagian Tiga)


Baca dulubagian duanya kalau belum, klik disini

Di Lekker Paimo awalnya kami bertemu dengan Haphap (nama panggilan sebenarnya). Teman lama Intan waktu mengikuti TNT Semarang. Ada juga Milo (nama panggilan sebenarnya) yang ngatur janji bareng Intan tapi datangnya setelah kejadian lucu berikut.

Alkisah kami bertiga (Intan, Uut dan Kim Sun Ho/penulis ini) makan tanpa memperdulikan sekitar, terlalu asik sama Lekker beraneka rasa Paimo kali ya. Haphap datang dan awalnya menyapa wanita yang duduk di ujung kursi lainnya, tidak lama dia langsung menyapa kami. Disitulah aku mengenalnya.

Minggu, 14 Juli 2019

Transit di Semarang ± 8 Jam (Travelling and Teaching 20 Karimun Jawa – bagian Dua)



Aku, Esmeralda dan Larissa berangkat menggunakan Kereta Api yang diberi nama Ciremai. Aku mengartikan Ciremai dengan Cinta Bersemi Dengan Damai. Wadidaw.

 Kami bertiga (Wahyu, Intan dan Uut) memulai perjalanan dari Kota Cinta (Bandung) pukul 6.15 pagi. Untungnya kami semua cutinya di-approved, berhubung keberangkatannya hari kamis soalnya.

Sebenarnya meeting point kami langsung di Pelabuhan Jepara hari Jumat 5 Juli pukul 5 pagi. Berhubung di antara kami bertiga tidak ada yang mengenal lokasi Jepara, makanya kami memutuskan untuk datang lebih awal dan ikut sebagian rombongan dari Semarang.

KA.Ciremai membawa kami tiba di kota dengan icon Lumpia dan Bandeng sekitar pukul 2 siang. Sedangkan janji ikut rombongan Semarang adalah jam 10 Malam. Yash, masih ada waktu sekitar 8 jam untuk mencari serpihan hati disini.

Semarang, Aku Kembali (Travelling and Teaching 20 Karimun Jawa – bagian Satu)

Niat awalnya aku ingin menulis saat sedang melakukan perjalanan. Ya kayak di film-film sok romansa itu loh. Jalan pagi, malamnya langsung nulis. Tapi moon maaf ya, aku belum bisa Ferguso. 

Sejujurnya, merangkai kata saat melakukan perjalanan itu susah-susah gampang, alias banyak susahnya dari pada gampangnya. Tetapi, sebagai manusia pendosa, aku harus mencari pembenaran. Pembenaranku kali ini karena aku terlalu menikmati perjalanan aku bareng dia. Ahsiaaap. Dia siapa? Canda.

Kamis, 4 Juli 2019 adalah awal perjalanan aku, dia dan dia. Lah, kok jadi 3? Sorry to say but, memang dalam perjalanan kali ini, aku ditemani dua wanita karir hebat dari Meksiko. Sebut saja dia Esmeralda dan Larissa.

Maaf, saya terlalu terbawa suasana. Perjalanan ini dari Bandung, bukan dari Meksiko. Kami dari Bandung, kota dengan sejuta cinta. Dua wanita beruntung itu adalah Intan dan Uut, mereka berdua kebetulannya berprofesi sama yaitu dokter gigi.

Minggu, 23 Juni 2019

Kemerdekaan (MDP Maybank)

Buka Bersama sebagian SME Team Jawa Barat Maybank 2019


Akhirnya, selesai sudah sebuah bagian kehidupan dalam dua tahun terakhir.

Inilah pencapaian sederhana dalam karir perkejaan full time pertama saya.

Titak terasa sudah dua tahun mengabdi sebagai Relationship Officer (Account Officer) Maybank.

Sedari awal status saya setelah beres ujian komprehensif MDP Maybank adalah sebagai karyawan tetap PT Bank Maybank Indonesia (Maybank Goup). Karyawan tetap dengan status diikat selama dua tahun (bukan sebuah ikatan perkawinan).

Minggu, 06 Januari 2019

Satuan Waktu --- Happy New Year


Hasil gambar untuk perayaan tahun baru di indonesia

Kita berjalan setiap hari dengan satuan waktu universal. Tidak ada yang memiliki satu satuan waktu istimewa saat ini. Satuan detik, menit dan jam tidak pernah mengingkari ke-universar-lannya.

Lucunya, kita sering beranggapan bahwa semua berputar pada sebuah lingkaran yang tidak berujung. Kita beranggapan waktu akan berulang. Jam 8 pada pagi ini akan kita temui pada besok hari, lusa dan seterusnya. Kita beranggapan bahwa hari senin pada minggu ini akan sama dengan hari senin pada minggu depan. Kita beranggapan bulan Januari akan kita temui kembali pada tahun-tahun selanjutnya.

Kamis, 08 November 2018

Manusia 3 Topeng



Menginjak dunia pekerjaan bagi kaum milenial adalah sebuah fase kehidupan dimana kita ditutut untuk me-remake topeng kita. Sebagian orang mungkin menolak pengertian hidup dalam topeng dengan berbagai alasan, misalnya karena ingin hidup sesuai jati diri atau bahkan ingin diterima dengan tulus oleh orang lain. Saya tidak menyalahkan pemikiran ini.

Perlu diketahui, hidup dalam topeng sebenarnya sudah dilakukan sebelum memasuki dunia pekerjaan. Hanya saja topeng yang digunakan tidak terlalu signifikan dengan asli karakter kita dan jumlahnya mungkin hanya 2 topeng saja.

Topeng pertama, Professional Life. Topeng yang kita bahwa dalam pekerjaan kita, karakter yang melekat adalah karakter yang dibutuhkan oleh pekerjaan, atasan dan klien kita. Contohnya topeng serius bagi Hakim, auditor dan pengacara. Atau topeng ramah bagi pramugari, front line bank dan pegawai hotel. Topeng-topeng inilah yang melekat pada setiap pekerjaan. Mau menyangkal silahkan. Hahaha. Topeng inilah yang bagi sebagaian besar orang sangat sulit.

Minggu, 16 September 2018

Mentor Mike Tyson (2)



Coach Damato menjadi orang yang membentuk Tyson menjadi Juara Dunia. Coach Damato melihat masa depan yang cerah pada diri Tyson muda. Bukan hanya mengajarkan tinju, tetapi Coach Damato menjadi seorang ayah dengan mengadopsi Tyson. Ia berhasil masuk lebih dalam pada kehidupan Tyson.

Menyentuh Tyson dari hatinya, bukan pendekatan Uang yang akan dimenangkan jika menjadi Juara Dunia. Perlu diingat, tahun 1970an sampai 1980an merupakan tahun dimana permasalahan ras kulit putih dan kulit hitam begitu kental di Amerika. Damato tidak melihat perbedaan warna kulit itu dan berani melawan kebiasaan dengan menjadi pelatih dan Ayah dari Tyson yang berkulit hitam.

Mentor Mike Tyson (1)



Generasi 80-an sampai dengan 90-an mayoritas pasti mengenal Mike Tyson. Dialah sang juara dunia tinju yang dikenal ganas. Bagaimana tidak, dalam 16 pertadingan professional perdana pada selang waktu 1985 bisa dimenangkan dengan status KO. Mayoritas dimenangkan pada 2 ronde pertama. Bisa dibayangkan ganasnya bukan? Bukan hanya cara dia memenangkan pertandingan, tetapi dia juga menjadi juara dunia tinju termuda sepanjang sejarah. Dia mendapatkan gelar juara dunia kelas berat pada umurnya yang baru 20 tahun pada tahun 1986.

Ada orang yang mungkin baru menyadari umur Mike saat menjadi gelar dunia, bagaimana mungkin anak umur 20 tahun menjadi juara dunia dengan mengalahkan Trevor Berbick yang pada saat itu berusia 30 tahun. Itulah sejarah yang dibuat seorang Tyson muda.

Bagaimana anak 20 tahun bisa tiba-tiba hebat dalam waktu satu tahun karir tinjunya? Tulisan ini akan membahas bagaimana Tyson muda menjelma menjadi Singa di ring tinju secara ringkas.

Minggu, 26 Agustus 2018

Balas Dendam Ginting, Savage!!! -SPIRIT ASIAN GAMES 2018



Melanjutkan tulisan kemarin tentang Tim Beregu Badminton Putra yang meghadapi China difinal, dimana Indonesia kalah dengan skor 3-1. Kali ini yang akan dibahas adalah balas dendam Anthony Sinisuka Ginting terhadap tunggal putra China (Chen Long).

Pada babak final beregu memang Ginting bukan kalah dari Chen Long, tetapi kalah dari Shi Yuqi. Publik Indonesia mayoritas terharu dengan perjuangan Ginting di final beregu, dimana Ginting sempat mengalami kram kaki pada akhir set ke tiga. Ginting yang tetap memilih bertarung dengan kondisi telah mengalami perawatan dua kali oleh tim medis terlihat begitu heroik. Walaupun akhirnya Ginting harus menyerah saat lawan mendapatkan match point.