Jumat, 09 Juni 2017

Lending Perbankan



Sempat beberapa hari tulisan lanjutan seputar AO / RO / Lending tidak dilanjutkan. Untuk menebusnya, akan saya selesaikan pada artikel ini.

Tahapan inisiasi kredit yang telah dibaca (jika belum klik disini) adalah tahapan penilaian awal. Nantinya jika pada penilaian ini diketahui bahwa calon debitur (yang mau melakukan pinjaman ke bank) memiliki kualitas baik (baca: sesuai dengan kriteria perbankan) maka AO / RO /Lending bisa melanjutkannya ke tahap pembuatan proposal kredit.

Tahap pembuatan proposal kredit lebih kompleks. Saya hanya akan memberikan gambaran umumnya. Tahap ini AO / RO akan meyakinkan komite kredit agar memberikan pinjaman ke calon debitur melalui proposal kredit. Dalam proposal kredit wajib dihadirkan analisa yang komprehensif. Biasanya analisa ini dikenal dengan istilah 5C. Saya coba jabarkan secara sederhana:

Character (Karakter)
Mencakup apakah pribadi ini bisa dipercaya atau tidak. Caranya? Bisa lewat interview langsung atau melalui orang lain yang pernah berhubungan dengan calon debitur tersebut. Karakter adalah hal pertama yang harus dilihat. Karena karakter menyangkut “MAU” tidaknya dia membayar. Ada debitur yang walaupun punya uang tapi TIDAK MAU untuk membayar kewajiban, ini tentu berkaitan dengan karakter. Metode yang digunakan: BI Checking, trade checking, interview dsb.
*bersambung

Pembagian Rekening (2)



Dengan demikian, sebagai new jobber. Jangan sampai ada rasa enggan untuk memiliki lebih dari satu rekening. Minimal sebagai new jobberharuslah memiliki rekening operasional diluar rekening gaji. Berikut tips untuk membuat rekening operasional:

  • Tentukan mana rekening yang akan dijadikan pusat aktivitas rekening dan mana rekening yang hanya digunakan sebagai penampungan (tabungan). Kalaupun kita akan menggunakan rekening gaji sebagai operasional, itu berarti silahkan buka rekening baru sebagai rekening tabungan. Intinya harus memiliki rekening opersional diluar rekening tabungan. Tidak terlalu masalah jika kita sudah nyaman menggunakan rekening gaji sebagai rekening operasional, asalkan porsi yang ingin diisikan setiap bulan diletakan pada rekening berbeda.

Pembagian Rekening (1)



Umumnya para new jobber akan mendapatkan sebuah rekening baru yang khusus digunakan untuk menerima gaji bulanan dari perushaan tempat bekerja. Sebuah rekening yang spesial karena inilah yang akan menjadi perantara berubahnya keringat menjadi pundi uang.

Sebagai new jobber biasanya kita akan fokus terhadap rekening gaji tersebut sebagai rekening operasional bulanan. Entah karena alasan malas menyimpan lebih dari satu buku rekening dan atm-nya, atau karena enggan membayar biaya administrasi lebih dari satu rekening. *duuuh pelitnya ya. :)

Selasa, 06 Juni 2017

Kebiasan Baru Tradisi Lama (2)



Hal terbeut membuat kita terjebak dalam “kebiasan baru tapi tradisi lama”. Kita mendapatkan kebiasan baru, dimana setiap bulan akan mendapatkan hasil keringat kita sendiri berupa rupiah, dollar atau ucapan terima kasih. #Eh yang terakhir cuma bumbunya ya cash-nya mah tetap harus. Heheheh

Namun, diwaktu yang bersamaan. Kita juga terjebak dengan tradisi lama. Yaitu makan bersama orang tua secara gratis. Hohoho. Susah move up kan ya? Apalagi kebayang penghematan gaji kita dengan makan bersama orang tua.

Kebiasaan Baru Tradisi Lama (1)



Mayoritas para new jobber adalah mereka yang sebenarnya masih hidup bersama keluarga. Contohnya, walau sudah bekerja tapi masih hidup bersama orang tua. Para orang tua banyak masih memberikan fasilitas layaknya saat kita belum bekerja. Ya mungkin untuk uang saku sudah dikurangi, atau malah sudah tidak diberikan sama sekali. Tapi tanpa sadar, tunjangan tidak langsung terus saja mengalir.

Tunjangan tidak langsung seperti makanan. Sebelum ke kantor kita sarapan bersama orang tua. Saat pulang kantor pun tanpa sadar kita masih makan malam bersama orang tua. Hanya makan siang yang new jobber alokasikan gajinya.

Minggu, 04 Juni 2017

Hilang Tanpa Jejak

Dahulu aku memimpikanmu,
Berharap kamu hadir dalam akhir bulanku,
Mampu memberi senyum dan harapan, 
Pada pribadi yang sedang menanti mapan. 

Kau menjadi harapan,
Dikala semua kesusahan, 
Mampu menegarkan hati, 
Dan menjadi wakil dari Ilahi. 

Sabtu, 03 Juni 2017

Hubungan Jomblo dan Boros



Eh SABAAAARRRRRR….

Jangan dulu banting gadget-nya.

Ini ujian kok.

Kita tahu kok, kata jomblo begitu sensitif diabad 21 ini. Apalagi judulnya seakan membuat kesan bahwa jomblo itu boros. Penulis memohon maaf sebesar-besarnya. Tapi tenang, kita sama-sama jomblo kok, eh maksud saya single. Kamu aja kali jomblo. Hahaha

Tapi ternyata benarloh. Tingkat kejombloan berbanding lurus dengan kepasitas pemborosan. Sabar, ini ada penjelasan ilmiahnya. Kami mengutip di kompas.com kolom lifestyle (1). Menurut Journal of Consumer Research, peneliti dari Hong Kong menjelaskan, orang-orang yang merasa kesepian atau sedih menganggap diri mereka lebih “kaya” sebagai upaya untuk menaikan harga diri mereka. Oleh karena itu, mereka cenderung untuk sering berjudi dan membuat keputusan keuangan berisiko. Hal ini akan membantu mereka menghilangkan rasa sedih dan kesepiannya.

Jumat, 02 Juni 2017

Hukum Kekekalan Gaji (Energi)

Bagi anak SMA yang sempat belajar pelajaran fisika, seharusnya tidak asing dengan hukum Kekekalan Energi. Bahasa gaulnya adalah Hukum I Termodinamika.
Bunyinya "Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan (konversi energi)."

Penjelasan awamnya adalah seluruh energi yang telah berada di Bumi tidak akan pernah hilang, melainkan hanya akan berubah bentuk. Misal,  energi listrik berubah menjadi panas. Listrik hilang, tapi terciptalah panas. Energi listrik tidak pernah meninggalkan bumi. Hanya berubah bentuk.
Kurang lebih seperti itulah teori yang dipelopori oleh James Prescot Joule. Ya kalau diibaratkan kehidupan para jomblo,  mungkin seperti ini. Cinta itu adalah abadi, tapi berdoalah cintanya tidak berubah (berpindah) ke orang lain. Gitu kali ya hehehehe. 

Rabu, 31 Mei 2017

Tujuan Manajemen Gaji New Jobber



Kenapa sampai kami mengangkat tema e-book Manajemen Gaji untuk Pegawai Baru (New Jobber)? Alasannya sederhana. Kami tidak ingin sesama pegawai baru terjebak dengan lingkaran setan yang tidak terlihat. Bayangkan, kita telah bekerja dipekerjaan profesional selama setahun. Tapi dikarenakan salah dalam melakukan manajemen gaji sejak awal bekerja, maka hasil pekerjaan selama setahun tersebut lenyap begitu saja. Tidak bersisah.

Project Ramadhan 2017 Dimulai!



Memasuki hari ke 14 dalam program #30DWC sungguh sangat merepotkan. Selain karena kewajiban untuk menyisihkan waktu ditiap hari untuk menulis, masalah lainnya adalah hal apa yang akan ditulis. Tiap hari? Hmmm. Tidak semudah yang dibayangkan. Kreativitas individu sangat diperas bagai baju yang habis dicuci. Semakin diperas semakin kering, alias ide makin sedikit. Huhuhu

Sebagian orang memang ada yang menggunakan filosofi, bahwa semakin terdesak atau tertekan seseorang maka dititik itu kreativitas akan tiba-tiba muncul. Apakah salah? Tentu tidak. Yang saya rasakan sendiri, selama 13 hari yang telah berlalu. Banyak tulisan yang saya upload hanya sebagai penggugur kewajiban untuk menulis. Makin banyak yang absurd, walau dari dulu juga banyak yang absurd sih. Hehehhe

Selasa, 30 Mei 2017

Danau Biru Cisoka Tanggerang-Banten




Kalau ditanya adakah yang mengetahui wisata di daerah Banten, mungkin mayoritas akan menjawab Ujung Kolon. Itupun jika kita masih mengingat pelajaran Sekolah Dasar seputar daerah konservatif bagi Badak, hewan endemik Indonesia yang hampir punah. Sayangnya wisata di Ujung Kulon masih kurang dieskpos, dan sayangnya lagi tulisan ini belum akan membahas Ujung Kulon. Hehehe

Pembahasan kali ini adalah seputar tempat wisata murah meriah di Kabupaten Tanggerang Banten. Tempat yang tidak terlalu jauh dari daerah hits seperti TangSel (Tanggerang Selatan) dan Jakarta sebagai Ibu Kota. Berhubung kemarin tidak ada niat untuk mengulas tempat ini, jadi mohon maaf jika foto-foto yang ditampilkan kurang eksotis. Heheheh.

Senin, 29 Mei 2017

aku dan cerita

Apalah guna mentari dikala pagi,
Jika hangatnya tidak mampu dirasa. 
Apa guna bulan dikala malam, 
Jika romantisisme nya tidak menghadirkan cerita. 

Bumi dan seisinya membaur dalam balutan cerita, 
Tidak terpisahkan dan tidak dapat dilepaskan antaranya. 
Kisah-kisah di bumi telah hadir berjuta tahun lamanya. 
Terekam begitu jelas oleh bagian alam. 

Minggu, 28 Mei 2017

Takut Akan Tiada

Perasaan yang sudah lama hilang akhirnya kembali bersua.
Akal menjadi tidak beraturan,
Apalagi hati yang bermetafornosis terbalik.

Permainan hati yang seharusnya tidak kembali hadir,
Ternyata datang bersama bintang harap.
Semua begitu cepat, hampir tidak sadar baru beberapa saat semua terlihat indah.

Sabtu, 27 Mei 2017

Target Ramadhan 1438 H (2017 M)


27 Mei 2017 telah ditetapkan menjadi puasa Ramadhan hari pertama. Banyak yang menyambut penetapan ini dengan bahagia. Dan mungkin ada juga yang bersedih bakal ditinggal es teh, sop buah dan sirup dikala siang. Heheheh Tenanglah, sesungguhnya mereka pergi untuk kembali. Ciiie

Berhubung saya bukanlah chef ala-ala Ramadhan, jadi tulisan ini tidak akan membahas makanan. Tapi akan membahas mengenai target rohani bulan Ramadhan. Sekitar seminggu sebelum Ramadhan, beberapa grup WA yang ada saya didalamnya sudah mulai membahas target selama Ramadhan. Saya menjadi pembaca pasif. Bagaimana tidak, bagi saya target yang mereka tetapkan jauh di atas kemampuan dan kekuatan iman saya. Heheheh

Jumat, 26 Mei 2017

Bahan Bakar Tantangan Menulis 30 Hari



Memasuki hari ke sembiilan dalam tantangan menulis 30 hari (#30DWC), ternyata membuat saya ngos-ngosan. Belum juga sepertiga perjalanan, rasanya stamina dan bahan bakar sudah habis. Apalagi melihat rekap tulisan peserta di grup yang makin banyak kececer. Bahkan sudah mulai ada yang Drop Out dari program. Ini membuat saya memikirkan apakah lebih baik berhenti dan mencari jalan lain. Hahahha

Untunglah, ibarat lagunya Ello berjudul Masih Ada, saya masih pnya Cinta di Hati. Yang membuat diri ini berusaha tegar menjadi yang terakhir mendampingi kamu. Eh, maksudnya menjadi peserta terakhir jika harus meninggalkan tantangan. *kibas rambut

Rabu, 24 Mei 2017

Manusia Pendosa dan Sang Pemberi Maaf (Marhaban Ya Ramadhan)


Rasanya baru kemarin berada dalam suasana bulan Ramadhan 2016. Masih teringat suasana sahur, berbuka dan menjalankan ibadah ritual lain ditahun lalu. Waktu berjalan begitu cepat, membuat yang menarik nafas terlalu lama akan tertinggal.

Inilah dia, bulan yang ditunggu oleh lebih dari 1,6 Milyar manusia (bergama Islam) di seluruh dunia. Bahkan lebih dari itu, banyak masyarakat non-muslim pun menunggu bulan ini. Bagaimana tidak, lihatlah di Indonesia. Walau rumah makan banyak yang tutup disiang hari. Tapi banyak pengusaha baru muncul disore hingga menjelang sahur. Penjualan berbagai barang kebutuhan pokok hingga mewah naik secara drastis, saya tidak punya angka. Tapi silahkan lihat di pusat-pusat perbelanjaan, bagaimana manusia melakukan antiran di kasir.

Selasa, 23 Mei 2017

Bersama



Asap dan api selalu bersama,
Sama halnya dengan air laut bersama garam.
Mereka tidak pernah hianat untuk hidup sendiri.
Kesatuan yang tidak terpisahkan.

Api tidak akan pernah hadir tanpa asap,
Dan air laut tidak hadir di Bumi tanpa garam.
Seyogyanya cinta mampu merekatkan,
Bukan melepaskan.

Senin, 22 Mei 2017

Rona Hati




Dua minggu terakhir ada segelintir pembaca blog yang bertanya terkait beberapa postingan yang cenderung berwarna puisi kasmaran. Iya, saya akui ada beberapa tulisan baru yang isinya puisi. Tapi kasmaran? Bisa iya, bisa tidak. Biarkanlah itu menjadi rahasia hati sampai mungkin akan tersebar undangan nanti. #eeeaaaaaa

Baiklah, saya tidak ingin membahas isi hati disini. Tapi ingin bercerita soal ketertarikan menulis puisi, atau saya lebih suka menyebutnya kata-kata indah. Kenapa demikian? Sejujurnya saya tidak Percaya Diri (PD) mengatakan bisa menulis puisi. Selain dasar keilmuan formal bukan berasal dari sastra atau sejenisnya. Saya juga belum pernah mendapatkan palajaran menulis puisi secara informal. :(

Waktu Yang Berlalu



#30DWC pada hari minggu kemarin memasuki hari ke 5. Sayangnya, dihari ke 5 tulisan saya terlambat disetor. Draft tulisan sebenarnya sudah ada. Tapi ada disangka, jam 8 malam tiba-tiba mata terpejam begitu saja. Jangankan menyetorkan tulisan. Kewajiban ibadah saja hampir kelewatan

Terbangun sekitar jam 3 dini hari sudah terlambat. Hari telah berganti. Waktu telah berlari. Sementara saya? Terpaku menyesali waktu yang tidak akan pernah kembali.

Sekali lagi, seperti tulisan sebelumnya. Untung terlambat menyetorkan tulisan tidak akan berdampak langsung pada hidup dan mati. Pun ini belum membuat jodoh hilang. Hehehe Bisa dibayangkan jika terlambat menyetorkan tulisan menjadi terlambat men-submit tugas pekerjaan yang nilainya ratusan juta atau milyaran rupiah.

Minggu, 21 Mei 2017

Tembok Penghalang




Menyemangati tidak memberi arti,
Selama itu tidak membuat jiwa berlari.
Hal baik terpatri pada tiap individu.
Menuntut kita bertumbuh.

Selalu saja akan ada tembok.
1001 alasan untuk kita berbalik.
Mencari tempat paling nyaman untuk istirahat,
Bahkan mungkin tertidur untuk sesaat.
Banyak juga yang memilih tidak bangun.

Sabtu, 20 Mei 2017

Awal - Akhir



Selama dua hari mengikuti #30DWC saya sepertinya menjadi penyetor tulisan pertama di Squad (tim) 10. Sebenarnya bukan karena tanpa alasan, ini dikarenakan saya mengejar waktu menulis sebelum ke kantor. Berbeda hari ini, akhirnya saya memutuskan untuk menyetorkan tulisan di akhir hari.

Sebuah percobaan yang membahayakan. Tapi, sungguh ini membawah sensasi lain. Menulis beberapa menit sebelum deadline. *Ewew. Rasanya manis-manis manja gimana gitu. Untunglah ini tidak berpengaruh untuk hidup dan mati. Tulisan yang terlambat disetor hanya akan membuat kehilangan poin. Tidak membuat kehilangan pacar yang kemudian menjadi mantan. Hahaha. Pun ini tidak akan membuat mantan tiba-tiba memohon untuk balikan. Hihihi

Kamis, 18 Mei 2017

Mendengarkan



Senin dan Rabu minggu ini saya menghabiskan waktu yang cukup banyak bersama dua driver Assa, vendor kendaraan perusahaan tempat saya berkerja. Dua pria yang kece abis deh. Senin bersama Mr. Edward alias Pak Edo dan Rabu bersama Syeh Su’aib alias Pak Sueb.

Dalam perjalanan kali ini saya banyak mendapatkan pelajaran soal CINTA. Iya cinta yang itu, Cerita INdah Tiada Akhir (Bahasa guru saya Mr. Rizal Kasim S.IP. , M.Si.). Bagaimana tidak, dua pria ini telah lebih berpengalaman dan terhitung profesianal dibidangnya. Tentu dengan jam terbang mereka yang tinggi. Semoga mereka tidak playboy pada masanya. *Ewew

Rabu, 17 Mei 2017

Perang



Akhirnya terlaksana juga, rencana untuk mengikuti kelas dari Inspirator Academy. Sedikit melenceng tapi masih satu arah. Niat awal ingin mengikuti kelas Mentoring Menulis Online atau Bikin Buku Club. Eh malah nyasar di kelas 30 Days Writing Challenge (#30DWC).
 
Sesuai nama programnya #30DWC berarti tantanggan menulis tanpa henti selama 30 hari. Ewew. Sebagian orang mungkin akan enek  mendengarnya. Bagaimana mungkin dengan aktivitas rutin kita yang bukan sebagai penulis kemudian bisa tanpa henti menulis setiap hari? Ya namanya juga tantangan, kalau kedengaran mudah berada tidak menantang. Ewew

Konsep program ini lumayan menyenangkan, peserta diajak memasuki ruang imajinasi dimana kita diibaratkan menjadi bagian dari sebuah kerajaan lengkap dengan sistem pemerintahaan yang berjalan di dalamnya. Silahkan berimajinasi bagaimana kira-kira sistemnya. Takut dianggap membocorkan rahasia perusahaan soalnya. Heheheh

Selasa, 16 Mei 2017

Apa Adanya



Aku berusaha melepaskan kulit megah yang ada,
Tidak lupa juga kulit busuk yang menutupi raga.

Aku tahu tidak seutuhnya megah itu aku yang sejati,
Aku juga tahu tidak semua kebusukan adalah aku hakiki.

Senin, 15 Mei 2017

HADIR



Entah karena desakan, atau keterpaksaan,
Aku melihat tanda yang diberikan.

Suatu gerakan yang membuat aku percaya,
Kamu patut diperjuangkan.

Wanita santun dari Timur,
Membawa senyum penuh arti,
Tersipu malu aku menyadari,
Apakah mimpi atau halusinasi.

Dramakah?




Menemukanmu hari ini seperti mimpi.
Aku menjalani hari dengan berseri.
Nampak drama, tapi itu dari hati.
Berusaha aku mengungkapkan arti.

Aku tahu tidak berkesan layaknya drama korea,
Tidak mendalam seperti kisah arjuna,
Jauh-jauh mungkin terdengar layaknya teks usang drama Indonesia.
Ya, kisah yang berulang dilayar kaca.

Selasa, 02 Mei 2017

Resensi Buku Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang)




IDENTITAS BUKU
Judul Buku: Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang)
Penulis: Cak Aep (Arief Eko Prasetyo)
Editor: N. Luky Andari
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Tebal: xx + 180 Halaman

Buku yang merupakan cetatan perjalanan dari Cak Aep yang memperkenalkan diri sebagai Guyu Master. Dengan judul Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang) Cak Aep memaparkan bagaimana konsep kehidupan yang ideal bagi manusia. Hidup bukan hanya sekedar mengambil segala kenikmatan di dunia dengan menghalalkan cara-cara hewani (non-halal).

Senin, 01 Mei 2017

Rasa Takut Membagikan Tulisan


Lupa rasanya kapan terakhir ada rasa bangga dalam diri saat mempromosikan blog ini dalam forum-forum dan sosial media yang ada. Seingat saya, dulu pernah ada rasa bangga saat memposting link blog ini di grup Line dan Whats App, tapi entah kapan itu.

Rasa bangga dan percaya diri saat link blog ini tersebar menjadi boomerang ketika kesadaran akan kualitas tulisan yang jauh dari mereka. Mereka yang membuat dunia blogging dan kepenulisan begitu berwarna. Bagaimana tidak, dulu saya tidak punya benchmark (pembanding) atas tulisan yang ada. Hanya beberapa blog dari Manusia yang secara umur jauh diatas saya. Jadi tidak ada beban bahkan niat untuk membandingkan kalitas tulisan di blog ini dengan mereka. Ya iya lah, mereka bukan kelas saya. Kenapa harus minder dengan mereka. Tidak masuk akal.

Kembali Mengkoneksikan Dengan Cerita Lama


Kurang lebih dua hari ini saya lebih intens mendekatkan diri pada telepon genggam, bukan memantau social media. Tapi lebih kepada kembali mnghubungkan diri dengan teman-teman yang sudah jarang terkoneksi. Teman lama? Tidak, nyatanya saya tidak mengenal kasta lama dan baru. Tidak ada yang dapat mengganti kenangan bersama teman-teman yang terlebih dahulu membersamai kehidupan jomblo kece ini. *uhuk

Mereka adalah bagian hidup yang turut menghantarkan jomblo kece ini sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan (pembukaan UUD kali ya). Mereka tidak dapat digantikan oleh siapapun. Maklumlah, mesin waktu belum ditemukan juga. Kalau sudah ditemukan ada beberapa orang sih yang pengen dijahili. *Uhuk

Medium 6 Tahun



Aku ingat dikala itu,
Aku dan kamu bertemu,
Tidak lama namun menyentuh.

Sekitar 15 jam yang dibagi dalam dua hari,
Itulah waktu kita berinteraksi,
Entah sadar atau tidak mataku mencoba mencuri,
Mencuri setiap momen yang berarti.

Kamis, 27 April 2017

The Judgement



Setelah sekitar 11 bulan masuk dalam program MDP Maybank Batch 43, akhirnya hari penghakiman (the judgement) pun tiba. Tenang saja, ini bukan film horror yang menceritakan kejombloan seseorang. Lebih dari itu, ini mengkisahkan tentang ujian komprenya seorang jomblo. Weq, horror tingkat dewa. Hehehe

Ok, bagi job hunter yang sedang mencari alternatif karir dan mau mencoba program MDP Maybank bisa baca kumpulan tulisannya pada link ini.

Masuk dalam cerita bagaimana seorang jomblo yang ujian komprehensif bisa menjadi horor. Memang diujung setiap proses pendidikan harus ada sebuah tes yang mampu mengukur tingkat keberhasian program tersebut. Kebetulan di MDP Maybank, programnya berupa ujian komprehensif. Apa saja yang diuji?? Secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu pengetahuan teori (tekstual) dan karya tulis (memo analisa bisnis).

Kamis, 06 April 2017

Berharganya Sebuah Panggilan Telepon


Ini merupakan malam ketiga saya tidur di Rumah Sakit untuk menjaga Ibu saya. InshaAllah ini juga menjadi malam terakhir sebelum besok beliau pulang kembali dengan sehat. Ini bukan kali pertama ibu saya dirawat di RS. Namun, kali ini ada hal istimewa yang ingin saya ceritakan pada pembaca.

Selasa, 4 April kemarin sekitar pukul 15 sore hp berdering. Ingat saya saat itu terlihat panggilan masuk dari Ibu di telepon. Namun, sayangnya saat yang bersamaan saya sedang ikut melakukan akad kredit sebagai bagian pekerjaan. Saya putuskan untuk tidak mengangkat panggilan pertama itu, sembari berniat menelpon balik ketika akad selesai.

Selasa, 04 April 2017

4 tips menulis bagi pemula



Asli, parah. Tadi malam saya butuh lebih dari sejam untuk menyelesaikan satu tulisan yang kalau dibaca lagi kualitasnya mendekati sampah bagi para penulis profesional. Silahkan dibaca kalau belum (Pusat Kota Sukabumi). Eits, walaupun sesampah-sampahnya tulisan itu tetap saja menjadi salah satu bentuk eksistensi saya. Jadi tidak mengapalah. Masih ada kebahagian bagi saya dengan membaca tulisan itu.

Faktor yang membuat malam kemarin menjadi begitu miris dikarenakan memang itu adalah tulisan pertama  dibulan April 2017. Menyedihkan. Tulisan itu juga menjadi konten pertama rubrik jalan-jalan saya (Di Atas Kaki). Berniat memberikan sentuhan travel blogger dalam blog ini, malah tersadar kemampuan menulis saya dalam bentuk cerita masih sangat jauh dibawah kualitasnya.

Senin, 03 April 2017

Wisata Di Sekitar Pusat Kota Sukabumi


Sukabumi, sebuah kota yang dari namanya saja bisa memberikan arti tersendiri. Iseng saja, Sukabumi bisa saya bagi menjadi dua suku kata, yaitu Suka dan Bumi. Memberikan sebuah pengertian bahwa kota ini bisa membuat kita Menyukai Bumi. Di artikel ini saya akan menceritakan pengalaman singkat saat iseng berkelana ke kota ini pada 11 sampai 12 Maret 2017.
Perjalanan ini mengambil start di Kota Bandung, menggunakan kendaraan pribadi dengan Bandung Barat-Cianjur-Sukabumi. Saat itu sekitar pukul 1 siang perjalanan dimulai. Jalan raya yang dilewati bisa saya katakan mayoritas dalam kondisi baik. Sepanjang perjaanan kita tidak akan kesusahan ketika terdapat permasalahan seputar perut, baik untuk memasukan sesuatu (makan) dan mengeluarkannya (buang air). Hehehe.
Sekitar jam setengah 5 sore kendaraan telah sampai di Kota Sukabumi. Kota yang ternyata macetnya lumayan parah. Ya mungkin dikarenakan kedatangan saya adalah hari dimana yang punya pacar jalan keluar untuk melakukan cengkrama dan para jomblo berdoa agar hujan (baca: MALAM MINGGU). Menyusuri jalan utama yang sudah menggunakan konsep satu arah begitu melelahkan dikala itu, maklum perut sudah lapar euy. T.T

Rabu, 29 Maret 2017

Mantra Gagal Move On


Diluar dugaan, aktivitas selama bulan Maret ternyata membuat blog ini tidak terawat. Sudahlah.

Kemarin saat mengikuti rapat, ada kalimat yang membuat pikiran ini bekerja.Yaitu tentang sebuah MANTRA yang membuat kinerja seseorang atau perusahaan mandek alias gitu-gitu saja. Ya kalimat GAOELnya adalah SuMO (Susah Move On).

Mantra tersebut adalah “dari dulu sudah begitu”. Cuma empat kata, namun dapat menjadi pembenaran atas kinerja dan pencapaian yang tidak naik-naik. Bayangkan saat ada manajer yang baru menjabat menemui rekan sekerja dan menanyakan kenapa bisa terjadi problem A. Jawaban dari para rekan sekerja tersebut hanya “dari dulu sudah begitu”.

Minggu, 26 Februari 2017

Di Atas Kaki (Pengantar Kolom)


Ini merupakan tulisan pertama di kolom baru dalam blog pribadi. Kolom khusus untuk membahas traveling alias wisata. Nama kolomnya agak nyeleneh, yaitu diatas kaki. 5 tahun terakhir, kegiatan traveling makin digandrungi muda-mudi. Ya, ibarat kekinian. Saya ingin ikut meramaikannya.

Sebelum tulisan-tulisan mengenai wisata dihampar dalam blog ini. Kita bahas dulu kenapa 5 tahun terakhir kegiatan traveling menjadi makin populer. Tentunya dari pengamatan sederhana orang awam seperti saya. Kita mulai J

Minggu, 05 Februari 2017

Promo Mempromosikan


Menyambung apa yang saya pelajari dari salah satu mentor saya (Kak Ardy Yohanes S.C) dalam tulisan jumat kemarin, maka hari ini ada tambahan lagi dari mentor yang lain. Mentor kedua yaitu Kak Joan Rosmayana. Pria asli Bandung yang terhitung paling senior di Maybank (dari tim kredit kami). Ia memulai karir dari Teller Maybank di Surabaya hingga sekarang menjadi RO (Relationship Officer) di Maybank Bandung.

Tambahan dari senior yang satu ini sederhana namun bisa menjadi menjadi jurus pamungkas. Beliau membenarkan mengenai 3 cara untuk sukses di dunia pekerjaan (sesuai tulisan kemarin jumat, silahkan baca bagi yang belum).

Ketika kita telah berhasil menjadi yang tercepat, terbaik atau terunik. Jangan lupakan mengenai daya ungkit. Daya ungkit apa? Ibarat orang yang mau pergi ke lantai atas sebuah gedung, maka caranya bisa menggunakan lift, tangga eskalator atau pun tangga manual.

Jumat, 03 Februari 2017

3 Jalan?

Sebuah kalimat yang masuk akal dilontarkan oleh Kak Ardy Y.C (mentor saya selama OJT di Maybank). Dengan dasar keilmuan Psikologi, beliau sering melontarkan kalimat bijak yang dibalut candaan. Kadang bingung juga lagi serius atau bercanda, hahaha. Kalimat yang ingin diceritakan hari ini adalah jika ingin berhasil maka caranya sederhana yaitu jadilah yang tercepat, terbaik atau terunik. Sederhana bukan? Saya akan mencoba menjabarkannya sedikit.


1.       Menjadi Tercepat

Saya menempatan menjadi yang tercepat diurutkan pertama, karena inilah yang paling mudah dilakukan. Bagi yang sedang belajar tentu mulanya perlu melakukan penyesuaian terebih dahulu. Namun, setelah penyesuaian maka biasanya kesempatan menjadi lebih cepat semakin terbuka. Itu dikarenakan nantinya pola yang ada semakin jelas, titik yang bisa mempercepat pun akan terlihat dengan sendirinya. Eh iya, kalau diibaratkan dalam pemain sepakbola mungkin seperti G.Bale (Pemain Real Madrid) yang mengedepankan kecepatan.

Minggu, 29 Januari 2017

Momentum

Seperti biasa, memasuki awal tahun banyak gejolak yang terjadi di batin, akal dan raga. Banyak pergumulan yang dirasakan. Hal yang paling ditakutkan adalah ketika gejolak dan pergumulan itu kualitasnya lebih rendah dari yang pernah dihadapi sebelumnya. Jika demikian, maka dipastikan kita di ujung jurang degradasi (turun kelas).


Saya sendiri merasakan, masalah yang datang di awal tahun sudah pernah dilewati tahun kemarin. Tapi, entah kenapa. Masalah itu masih saja mengganggu tekad yang ditancapkan di akhir tahun 2016. Itulah manusia. Naik dan turun.

Jumat, 06 Januari 2017

Driver Yang Mengemudikan Bisnis

Sekitar 3 minggu terakhir ini, saya banyak berinteraksi dengan driver Maybank Bandung (vendor ASSA). Sengaja setiap dalam perjalanan saya tidak tidur. Rasanya tidak tahu diri anak baru langsung seenaknya tidur saat diantar driver kantor ke tempat tujuan. Alasan lain karena mereka yang lebih punya pengalaman hidup tentu banyak ilmu yang bisa dipelajari.


Benar saja, saya sendiri kaget dengan bapak-bapak ini. Saat identitas beliau-beliau disembunyikan dulu ya. Takut ada yang tersinggung. Hehehe

Kamis, 05 Januari 2017

Gratis E-Book Pengantar Kredit Perbankan

Puji Tuhan, Alhamdulillah.

Link download e-book kedua saya telah diluncurkan.

Buku ini berisi seputar kisah saya memulai karir di perbankan. Sebuah dunia yang luas dan banyak tantangan.

Cocok untuk yang sedang menempuh jenjang SMA, kuliah dan sedang bekerja di luar industri perbankan. Karena banyak informasi yang bersifat umum, walaupun untuk isi lebih menekankan pada dunia Kredit atau Pembiayaan.

Selasa, 03 Januari 2017

Memasuki Tahun Baru Tanpa Gadget

Memasuki tahun baru, pasti dunia maya dipenuhi ucapan selamat tahun baru. Lengkap bersama foto vidionya. Saling memberikan ucapan bahkan doa lewat fasilitas dunia maya. Sayangnya, ya sayangnya. Tahun ini saya tidak meramaikannya. Sederhana, gadget saya tiba-tiba bootlop alias mati total. Sedihnya bukan Cuma karena tidak bisa eksis di media sosial dalam suasana tahun baru, tapi dikarenakan seluruh data yang akan hilang jika gadget diperbaiki. *nyesek.


Tapi ada yang luar biasa. Secara langsung ternyata saya bisa melewati dua hari tanpa gadget dalam hiruk pikuknya kota. Sebenarnya sih sering melewati hari tanpa gadget, tapi biasanya itu dilalui ketika sedang dalam perjalanan menikmati alam (Blank Signal) ataupun saat ada kegiatan yang memang dilarang mengakses dunia maya tersebut. Ternyata bisa.