Kamis, 25 Agustus 2016

Pengantar Cerita Bankir Muda (MDP Maybank)

sebagaian MDP Maybank 43
Berakhir sudah pendidikan di kelas untuk program MDP (Management Development Program) batch 43 Maybank Indonesia. Tepat hari ini (24 Agustus) setelah mentor contest selesai, menandakan bahwa tiap peserta MDP akan segera terjun langsung dalam On the Job Training (OJT) selama 9 bulan kedepan. Tiap peserta telah mendapatkan mentor yang diharapkan bisa mempercepat proses belajar dan penyesuaian di lapangan nanti.

Sungguh tidak terasa waktu berlalu, perasaan baru kemarin tanggal 17 Mei 2016 hadir (hari pertama pendidikan kelas MDP 43). Semua terasa begitu cepat, mungkin karena suasana kelas yang menyenangkan serta rasa kebrutalan yang makin menjadi (baca: kekeluargaan). Hahaha. Memang benar saja, semakin mendekati akhir pendidikan kelas, tiap orang menunjukan kebrutalan masing-masing (baca: kekeluargaan). Di kelas aib beredar begitu bebas, rasisme menjadi kebiasaan, dan bully menjadi kewajiban. Hahaha absurd. Absurd memang. Silahkan pembaca membayangkan suasana kelas ini.


Di kelas yang isinya berbagai suku-ras yang ada di Indonesia menjadi sumber utama hal-hal diatas terjadi. Disini ada kultur Aceh, Medan, Palembang, Chinese, Jakarta, Sunda, Jawa, Sulawesi dan terakhir Sampit (bagi yang belum tahu sampit silahkan googling ya, hehehe-bercanda ya). Oh iya, ada juga Bengkulu. Hmmm… silahkan googling juga ya. Hahaha –bacanda ya.

*perwakilan Sampit dan Bengkulu sering menjadi objek bercandaan, namun cuma bercanda loh. Jangan dibawa masuk ke dalam hati. Mending masukin aku aja di hati kamu, wkakakaka-khusus cwe loh...

Mayoritas dari kami memang keturunan Chinese, tapi itulah yang saya sangat syukuri. Saya paling banyak belajar dari mereka yang merupakan keturunan peradaban paling maju sejak dulu kala. Buktinya ada pepatah yang mengatakan belajarnya hingga ke negeri China. Untunglah sekarang ada keturunannya yang sudah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia),  jadi tidak perlu jauh-jauh kesana. Hehehe. Oh iya jangan pertanyakan status kewarganegaraan teman-teman saya, bisa jadi mereka lebih Indonesia dari pada orang yang 7 generasi di Indonesia. (Hal-hal yang saya pelajari dari sahabat-sahabat keturunan tionghoa akan saya bahas sendiri, termasuk kenapa saya mengatakan bisa jadi mereka lebih Indonesia dari pada 7 generasi yang sudah lahir di Indonesia).

Masuk ke dalam hal bullying. Memang awalnya tiap orang menjaga sikap (baca: sok cool) namun semakin hari kualitas hinaan antar peserta makin membaik. Entahlah, ternyata mereka punya bakat terpendam soal ini. Namun ini menjadi penanda tingkat ke-munafik-an yang relatif rendah. Maklumlah, biasanya dalam dunia pekerjaan senyuman yang diberikan diawal, dibarengi kemunafikan. Untunglah sepertinya potensi hal itu disini tidak terlalu terlihat.

Seandainya tiap kantor menerapkan hal ini mungkin tingkat stres dan jenuh dalam kantor pasti akan berkurang. Hehehe

Sepertinya tulisan diatas sudah mulai ngelantur ya. Baiklah masuk ke hal yang lebih berat. *selain berat badan saya LOL

Mungkin ada yang bertanya kenapa Maybank menerapkan pendidikan kelas hingga tiga bulan lamanya. Untuk apa coba? Apa yang dipelajari sebenarnya? Seberapa besar manfaat kelas selama tiga bulan ini? Untuk menjawab itu silahkan liat foto dibawah ↓↓↓
percayalah, saya pernah membuka halaman demi halaman - hahaha

Materi MDP Maybank 43

Udah percaya saja, saya baca kok hahaha

Yupz, ternyata materi yang dipelajari tetaplah banyak. Percayalah jika dilihat dari draft rancangan materi, terlihat sebenarnya kelas selama ±3 bulan tidak cukup untuk membahas. Ini dikarenakan ada beberapa materi yang dipres waktu pembelajarannya. Ada juga materi yang belum sempat diselesaikan (hanya sedikit sih untuk hal ini).

Dunia perbankan tidak sesempit daun kelor, ternyata dunia ini (baca: perbankan) seakan memiliki dimensi lain. Ya seperti Bekasi yang dianalogikan Negara lain, *ups, bercanda. (disini ada joke soal bekasi yang bukan bagian dari Indonesia, sepertinya karena jarak tempunya yang dekat dari Jakarta namun memakan waktu seperti mau pindah Negara -macet-).

Secara umum selama 3 bulan kami mempelajari dari Bank secara umum beserta produknya hingga aturan-aturan yang melekat didalamnya. Kami juga diisi dengan pendidikan cara berbicara terstuktur think on your feet (Lembaga Training BusinessFirst), interpersonal skill (Lembaga Training The Colsultant), Character Building (Lembaga Outbond Makayasa), Basic Financial Accounting (Ikatan Akuntan Indonesia), kelas negosiasi (Markplus) hingga kelas grooming (La Tulip). Bagi yang belum tahu, grooming itu secara sederhana sejenis kelas kecantikan, tapi entahlah saya sepertinya tidak cantik-cantik. Ups (bercanda, jgn diseriusi untuk hal tadi).

Akhir tulisan dalam artikel ini, ternyata saya sendiri mendapatkan tempat OJT di Bandung. Sembilan bulan kedepan akan kembali hidup di Bandung setelah 3 bulan hidup di Hotel, #eeh Jakarta maksudnya (silahkan baca: Kehidupan di Hotel hahaha).

Semoga tulisan ini menarik bagi pembaca untuk mempertimbangkan membangun karir di perbankan. Ingat, perbankan itu lebih dari daun kelor, perbankan itu seperti bekasi yang punya Negara sendiri. *hehehe


Tulisan saya berikutnya akan mencoba menuliskan hal-hal luar biasa yang saya pelajari dari teman-teman MDP batch 43 Maybank Indonesia. Jika berminat silahkan ditnggu. Jangan cuma jodoh loh yang ditunggu. :p
malam terakhir sebelum terjun OJT

2 komentar:

  1. Halo, selamat malam. I don't know if you will notice this message or not but hopefully you would reply this message. Mau tanya, untuk program MDP ini peserta/karyawan dapet jatah cuti ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo jg. Maaf dua hari baru bisa bls.

      Selama pendidikan (1 tahun) belum ada jatah cuti. Tp ttp kita bisa izin utk alasan2 masuk akal (kebijakan atasan). Terima kasih

      Hapus