Minggu, 03 Juni 2018

Cara Lu Bisa Swipe Up di Instagram BAGIAN DUA (Ramadhan Story-7)


Untuk memunculkan dua rantai yang sedang gandengan itu.
Pertama kamu harus merubah profil Instagram menjadi profil bisnis.

Ini gambaran profil regular.


Cara Lu Bisa Swipe Up di Instagram BAGIAN SATU (Ramadhan Story-6)

Nih yang bertanya-tanya gimana sih agar Instagram kita bisa menghasilkan Insta Story yang bisa di swipe up. Aku jelasin secara sederhana dan realistis.

Kenapa demikian? Karena yang aku liat di book list eyang google isinya berat dan terlalu teknis. Ya sebenarnya ada yang gak teknis tapi nyebelin karena disitu langsung diajarin caranya buatnya, enggak dikasih tahu dulu syarat dan ketentuan berlakunya.

Di tulisan ini aku akan menggambarkan proses membuat swipe up secara teknis terlebih dahulu. *buat balas dendam ke blogger yang kemarin nulisnya separuh-separuh.

Sabtu, 02 Juni 2018

Swipe Up Bro (Ramadhan Story-5)


Akhirnya, perjuangan dalam 3 bulan terakhir berhasil.

Untuk yang sering ngeliat postingan promosi di Insta Story aku terkait tulisan baru di blog atau update video di youtube yang sering menggunakan kalimat “link ada di profil” pasti pernah kesal. Dalam hati mungkin ada yang menggrutu,


“elu siapa sih? Buat baca tulisan atau nonton video lu gw harus buka-buka profil segala?”.

Kenapa gak langsung kayak selebgram yang bisa bilang “silahkan swipe up” gitu.

Ok. Sabar.

Rabu, 23 Mei 2018

Weekend Ramadhan Tanpa Instagram dan Whats App (Ramadhan Story-4)



Kali ini saya mencoba hal baru di weekend pertama Ramadhan tahun ini. Saya mencoba mematikan sebagian sosial media (sosmed). Kali ini yang kena adalah 2 aplikasi sosmed yang paling sering saya gunakan yaitu Instagram dan Whats App.


Saya ingin mencoba bagaimana kehidupan di bumi tanpa dua sosmed yang sedang menjadi primadona. Oh iya, nomor handphone saya tetap aktif ya, hal ini untuk mengantisipasi adanya berita penting yang masuk.

Hasilnya lumayan, hitungan kasar saya selama weekend dengan komitmen tidak membuka dua sosmed ini maka waktu yang bisa dihemat menjadi 5 sampai 6 jam. Cukup fantastis dimana ternyata saya dan mungkin pembaca juga menghabiskan waktu yang terbilang tidak singkat untuk kehidupan sosialnya di dunia maya. Memang tidak sepenuhnya hidup di sosmed itu buruk. Buktinya banyak dari manusia bumi yang mendapatkan manfaat ekonomi dari sini.

Tidak Taraweh di Masjid (Ramadhan Story-3)



Ini Ramadhan kali ini menjadi tahun pertama dalam kehidupan saya yang dilalui dengan tanggup jawab sebagai seorang Account Officer Bank. Tahun sebelumnya walau pun sudah berkarir di perbankan saya masih belum memiliki tanggup jawab penuh atas sebuah posisi. Maklumlah dari tahun 2016 bulan puasa muncul saat awal dan akhir saya sebagai peserta didik calon pegawai tetap.

Saat itu saya bebas pulang lebih awal sesuai jam kerja, nikmat memang. Sekedar informasi untuk jam kerja di kantor saya regulernya sampai dengan jam 5 sore, tetapi selama Ramadhan hanya sampai jam 4 sore. Kini? Semuanya berubah. Jreeeeeeng!!!!

Senin, 21 Mei 2018

Driver Gojek Nikah 2 Kali dan Menyesal (Ramadhan Story-2)



Hari ini saya akan bercerita kisah yang masih berhubungan dengan kejadian pada 1 Ramadhan dimana karena motor yang biasanya saya gunakan harus di-service maka saya pulang menggunakan Gojek. Disini saya membuka obrolan dengan sih Akang Driver sampai akhirnya beliau menyampaikan sebuah pelajaran hidup.

Sih bapak Angga (nama samaran) berumur sekitar 40 tahunan merupakan seorang driver ojek pemula. Dia baru sekitar 1 bulan menjalani profesi ini. Pelajarannya adalah cerita dia sebelum menjadi driver gojek.

Lulusan salah satu poiteknik di Sumatera ini awalnya bekerja di salah satu perusahaan kertas besar di Riau. Ybs memiliki seorang Istri dan satu orang anak laki-laki. Keluarga berjalan normal sampai dia tergoda dengan wanita lain.

Tanda Kasih Puasa Pertama (Ramadhan Story-1)


Hari ini kamis (17 Mei) menjadi Ramadhan hari pertama, diumur yang memasuki ¼ abad ini tentu Ramadhan telah menjadi rutinitas tahunan. Apalagi mereka yang telah mempraktikan Islam sejak baligh (sadar akal).

Dalam 30 atau 29 hari kedepan saya akan mencoba bercerita secara singkat dalam blog dan channel youtube saya. Entah bagaimana pembagiannya yang penting inginnya saya diakhir Ramadhan akan ada 30 atau 29 kisah yang dihasilkan. Oh iya bagi yang belum tahu channel youtube saya silahkan search aja “Wahyu Eka Novianto Repi” atau klik disini.

Tulisan ini menjadi tulisan pertama pada Ramadhan 1949 H. Saya ingin bercerita bagaimana Tuhan menjaga puasa pria lemah iman ini pada 1 Ramadhan.

Minggu, 06 Mei 2018

Suasana Ini


Diam dengan posisi duduk sejenak
Membuat aku teringat
Suasana ini
Suasana di pinggir pantai
Hidup di kelilingi laut

Merasakan angin  yang berhembus mesra
Suara ombak bagai irama
Dan garam yang menjadi aroma

Jumat, 23 Maret 2018

Masalah Kian Besar


Untuk kita yang aktif dalam kegiatan organisasi dan aktivitas ekstra lainnya saat menempuh jalur pendidikan. Yakinlah, itu tidak sia-sia. Apalagi saat kegiatan-kegiatan tersebut tidak berbayar.

Bayangkan, kita mau melakukan sesuatu tanpa bayaran. Kita dipaksa berpikir, bergerak dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Apalagi mereka yang mengambil posisi-posisi krusial. Bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya mereka bisa memilih untuk tidak menanggungnya.

Rabu, 14 Maret 2018

Pagi-Pagi Dompet Hilang

Pagi tadi saya memulai aktvitas lebih awal, jam 6 udah meluncur dengan agenda nganter sih mama ke RS untuk check up rutin. Ya cuma nganterin sih, udah lama gak jagain karena udah diiket sama kantor dengan jam kerjanya.

Setelah mengantarkan bos besar ke RS saya langsung bergegas ke kantor. Dengan kondisi normal perjalanan dipagi hari dari RS ke kantor berkisar 45 menit, terbilang jauh sih.

Saya ingat dalam perjalanan sempat mampir untuk mengisi bensin di SPBU mini (masih mengeluarkan dompet). Kemudian mengantri di jembatan penyebrangan sungai Citarum. Sungai yang melegenda dikala musim hujan karena mampu membuat ratusan / ribuan orang tidak tidur di tempatnya. Maklum, walau rumah tidak terendam banjir tetapi dikala Citarum naik maka jalur berangkat ke kantor saya pasti akan macet parah dikarenakan menjadi jalur aman (bebas banjir).

Jumat, 02 Maret 2018

Nulis Blog Malah Dapat Ini


Malam ini saya mau bercerita tentang hal tidak terduga yang didapati sejak aktif menulis blog. Memang awal menulis di blog ini adalah karena ingin mendapat pengakuan bahwa saya punya sebuah karya. Luar biasakan? Maklumlah, anak muda yang butuh pengakuan. Bukan cuma butuh pacar!

Berjalannya waktu, akhirnya benar. Yang saya dapatkan lebih dari sekedar blog. Jika dijadikan beberapa bagian, maka akan menjadi seperti ini:

Jumat, 09 Februari 2018

Bandung dan Romansanya (2 Tahun Berada di kota Dilan dan Milea)

Dua tahun akhirnya dilalui di tanah Pasundan. Negeri yang katanya diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Begitulah yang dikatakan sang roman Pidi Baiq. Kota dengan suhu rata-rata 20-23 derajat celcius.

Kota yang sempurna untuk lebih dekat dengan Tuhan. Bagaimana tidak, kota ini memiliki banyak dataran tinggi yang mempesona. Setiap sudutnya memiliki cerita romantis.

Eropa meninggalkan jejak romantisnya, China membawa kententramannya dan masyarakat Sunda dengan budaya histori nan kuat menjadi perpaduan.

Minggu, 04 Februari 2018

Titik Kesadaran (Cinta oleh Dilan 2)


Hari ini aku bangun lebih 30 menit dari biasanya.
Mungkin karena malam tadi aku menghabiskan waktu bersama Dilan dan Milea.
Sebuah kisah yang berulang dalam relung hati.

Film yang akhirnya aku tonton dua kali.
Membuat akal mencari serpihan memori.
Romansa yang dulu pernah  aku alami.
Ya. Pernah aku jalani.

Beda saat ku tonton pertama kali.
Kali ini aku tahu akhir ceritanya bagaimana.
Bukan akhir dari kisah tahun 1990.
Jauh lebih dari itu.

Jumat, 02 Februari 2018

Titik Terendah (Cinta oleh Dilan)

Dalam 5 hari ini aku sadar sesuatu.
Kau tahu? Aku sadar aku adalah pria berengsek.
Memahami semua hanya lewat sebuah buku atau film?
Tidak membuatmu makin dewasa.

Nyatanya dalam hidup kita memainkan sebuah peran.
Dan aku tahu kemarin aku menjadi pria berengsek.
Aku kabur dan aku lari bak pesulap.
Sungguh sesuatu yang menyesakkan.