Jumat, 23 Maret 2018

Masalah Kian Besar


Untuk kita yang aktif dalam kegiatan organisasi dan aktivitas ekstra lainnya saat menempuh jalur pendidikan. Yakinlah, itu tidak sia-sia. Apalagi saat kegiatan-kegiatan tersebut tidak berbayar.

Bayangkan, kita mau melakukan sesuatu tanpa bayaran. Kita dipaksa berpikir, bergerak dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada. Apalagi mereka yang mengambil posisi-posisi krusial. Bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya mereka bisa memilih untuk tidak menanggungnya.

Rabu, 14 Maret 2018

Pagi-Pagi Dompet Hilang

Pagi tadi saya memulai aktvitas lebih awal, jam 6 udah meluncur dengan agenda nganter sih mama ke RS untuk check up rutin. Ya cuma nganterin sih, udah lama gak jagain karena udah diiket sama kantor dengan jam kerjanya.

Setelah mengantarkan bos besar ke RS saya langsung bergegas ke kantor. Dengan kondisi normal perjalanan dipagi hari dari RS ke kantor berkisar 45 menit, terbilang jauh sih.

Saya ingat dalam perjalanan sempat mampir untuk mengisi bensin di SPBU mini (masih mengeluarkan dompet). Kemudian mengantri di jembatan penyebrangan sungai Citarum. Sungai yang melegenda dikala musim hujan karena mampu membuat ratusan / ribuan orang tidak tidur di tempatnya. Maklum, walau rumah tidak terendam banjir tetapi dikala Citarum naik maka jalur berangkat ke kantor saya pasti akan macet parah dikarenakan menjadi jalur aman (bebas banjir).

Jumat, 02 Maret 2018

Nulis Blog Malah Dapat Ini


Malam ini saya mau bercerita tentang hal tidak terduga yang didapati sejak aktif menulis blog. Memang awal menulis di blog ini adalah karena ingin mendapat pengakuan bahwa saya punya sebuah karya. Luar biasakan? Maklumlah, anak muda yang butuh pengakuan. Bukan cuma butuh pacar!

Berjalannya waktu, akhirnya benar. Yang saya dapatkan lebih dari sekedar blog. Jika dijadikan beberapa bagian, maka akan menjadi seperti ini:

Jumat, 09 Februari 2018

Bandung dan Romansanya (2 Tahun Berada di kota Dilan dan Milea)

Dua tahun akhirnya dilalui di tanah Pasundan. Negeri yang katanya diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Begitulah yang dikatakan sang roman Pidi Baiq. Kota dengan suhu rata-rata 20-23 derajat celcius.

Kota yang sempurna untuk lebih dekat dengan Tuhan. Bagaimana tidak, kota ini memiliki banyak dataran tinggi yang mempesona. Setiap sudutnya memiliki cerita romantis.

Eropa meninggalkan jejak romantisnya, China membawa kententramannya dan masyarakat Sunda dengan budaya histori nan kuat menjadi perpaduan.

Minggu, 04 Februari 2018

Titik Kesadaran (Cinta oleh Dilan 2)


Hari ini aku bangun lebih 30 menit dari biasanya.
Mungkin karena malam tadi aku menghabiskan waktu bersama Dilan dan Milea.
Sebuah kisah yang berulang dalam relung hati.

Film yang akhirnya aku tonton dua kali.
Membuat akal mencari serpihan memori.
Romansa yang dulu pernah  aku alami.
Ya. Pernah aku jalani.

Beda saat ku tonton pertama kali.
Kali ini aku tahu akhir ceritanya bagaimana.
Bukan akhir dari kisah tahun 1990.
Jauh lebih dari itu.