Sabtu, 27 Mei 2017

Target Ramadhan 1438 H (2017 M)


27 Mei 2017 telah ditetapkan menjadi puasa Ramadhan hari pertama. Banyak yang menyambut penetapan ini dengan bahagia. Dan mungkin ada juga yang bersedih bakal ditinggal es teh, sop buah dan sirup dikala siang. Heheheh Tenanglah, sesungguhnya mereka pergi untuk kembali. Ciiie

Berhubung saya bukanlah chef ala-ala Ramadhan, jadi tulisan ini tidak akan membahas makanan. Tapi akan membahas mengenai target rohani bulan Ramadhan. Sekitar seminggu sebelum Ramadhan, beberapa grup WA yang ada saya didalamnya sudah mulai membahas target selama Ramadhan. Saya menjadi pembaca pasif. Bagaimana tidak, bagi saya target yang mereka tetapkan jauh di atas kemampuan dan kekuatan iman saya. Heheheh

Jumat, 26 Mei 2017

Bahan Bakar Tantangan Menulis 30 Hari



Memasuki hari ke sembiilan dalam tantangan menulis 30 hari (#30DWC), ternyata membuat saya ngos-ngosan. Belum juga sepertiga perjalanan, rasanya stamina dan bahan bakar sudah habis. Apalagi melihat rekap tulisan peserta di grup yang makin banyak kececer. Bahkan sudah mulai ada yang Drop Out dari program. Ini membuat saya memikirkan apakah lebih baik berhenti dan mencari jalan lain. Hahahha

Untunglah, ibarat lagunya Ello berjudul Masih Ada, saya masih pnya Cinta di Hati. Yang membuat diri ini berusaha tegar menjadi yang terakhir mendampingi kamu. Eh, maksudnya menjadi peserta terakhir jika harus meninggalkan tantangan. *kibas rambut

Rabu, 24 Mei 2017

Manusia Pendosa dan Sang Pemberi Maaf (Marhaban Ya Ramadhan)


Rasanya baru kemarin berada dalam suasana bulan Ramadhan 2016. Masih teringat suasana sahur, berbuka dan menjalankan ibadah ritual lain ditahun lalu. Waktu berjalan begitu cepat, membuat yang menarik nafas terlalu lama akan tertinggal.

Inilah dia, bulan yang ditunggu oleh lebih dari 1,6 Milyar manusia (bergama Islam) di seluruh dunia. Bahkan lebih dari itu, banyak masyarakat non-muslim pun menunggu bulan ini. Bagaimana tidak, lihatlah di Indonesia. Walau rumah makan banyak yang tutup disiang hari. Tapi banyak pengusaha baru muncul disore hingga menjelang sahur. Penjualan berbagai barang kebutuhan pokok hingga mewah naik secara drastis, saya tidak punya angka. Tapi silahkan lihat di pusat-pusat perbelanjaan, bagaimana manusia melakukan antiran di kasir.

Selasa, 23 Mei 2017

Bersama



Asap dan api selalu bersama,
Sama halnya dengan air laut bersama garam.
Mereka tidak pernah hianat untuk hidup sendiri.
Kesatuan yang tidak terpisahkan.

Api tidak akan pernah hadir tanpa asap,
Dan air laut tidak hadir di Bumi tanpa garam.
Seyogyanya cinta mampu merekatkan,
Bukan melepaskan.

Senin, 22 Mei 2017

Rona Hati




Dua minggu terakhir ada segelintir pembaca blog yang bertanya terkait beberapa postingan yang cenderung berwarna puisi kasmaran. Iya, saya akui ada beberapa tulisan baru yang isinya puisi. Tapi kasmaran? Bisa iya, bisa tidak. Biarkanlah itu menjadi rahasia hati sampai mungkin akan tersebar undangan nanti. #eeeaaaaaa

Baiklah, saya tidak ingin membahas isi hati disini. Tapi ingin bercerita soal ketertarikan menulis puisi, atau saya lebih suka menyebutnya kata-kata indah. Kenapa demikian? Sejujurnya saya tidak Percaya Diri (PD) mengatakan bisa menulis puisi. Selain dasar keilmuan formal bukan berasal dari sastra atau sejenisnya. Saya juga belum pernah mendapatkan palajaran menulis puisi secara informal. :(