Minggu, 14 Juli 2019

Semarang, Aku Kembali (Travelling and Teaching 20 Karimun Jawa – bagian Satu)

Niat awalnya aku ingin menulis saat sedang melakukan perjalanan. Ya kayak di film-film sok romansa itu loh. Jalan pagi, malamnya langsung nulis. Tapi moon maaf ya, aku belum bisa Ferguso. 

Sejujurnya, merangkai kata saat melakukan perjalanan itu susah-susah gampang, alias banyak susahnya dari pada gampangnya. Tetapi, sebagai manusia pendosa, aku harus mencari pembenaran. Pembenaranku kali ini karena aku terlalu menikmati perjalanan aku bareng dia. Ahsiaaap. Dia siapa? Canda.

Kamis, 4 Juli 2019 adalah awal perjalanan aku, dia dan dia. Lah, kok jadi 3? Sorry to say but, memang dalam perjalanan kali ini, aku ditemani dua wanita karir hebat dari Meksiko. Sebut saja dia Esmeralda dan Larissa.

Maaf, saya terlalu terbawa suasana. Perjalanan ini dari Bandung, bukan dari Meksiko. Kami dari Bandung, kota dengan sejuta cinta. Dua wanita beruntung itu adalah Intan dan Uut, mereka berdua kebetulannya berprofesi sama yaitu dokter gigi.


Koreksi sebelum dihujat netizen : aku yang beruntung, bukan mereka saat itu.

Aku mengenal mereka berdua sejak acara bersama 1000 Guru Bandung tahun 2018 (cerita spin off akan di update link-nya). Saat itu kami bersama-sama menjadi relawan Travelling and Teaching (TNT) 16 Bandung. Dan ternyata, kalau mereka sendiri sudah saling mengenal lama. Tepatnya sejak memasuki kampus di UNPAD Bandung. Mengetahui ini aku seperti dicurangi, eaaaaaaa.

Awalnya, memang aku mendapatkan informasi dari Uut terkait kegiatan yang akan dilakukan di Karimun Jawa. Dia dan Intan sudah daftar duluan sebelum aku. Jujur saja saat diinformasikan, aku tidak tahu di mana itu Karimun Jawa. Ya walaupun sudah pernah mendengar namanya sih.

Eyang google beserta saudara-saudaranya (google maps dan youtube) membantu aku menyelidiki dimana itu Karimun Jawa.

Setelah penelusuran tajam, setajam SILET. Akhirnya, aku memutuskan bergabung. Bagaimana tidak, Karimun Jawa menjanjikan aku eksotisme mengcokelatkan diri. Boong beet. Karimun Jawa menjanjikan aku pasir putih, pantai, dan senja. Dan mungkin jodoh jika beruntung (pencitraan).
Kebetulan juga, penyelenggara acaranya adalah 1000 Guru Semarang. Salah satu region 1000 Guru yang sudah aku chat sekitar dua kali kegiatan TNT namun tak kunjung berjodoh. Kontak narahubungnya aku simpan dengan nama “1000 Guru Semarang”.

drg Intan Sri Fajarwati (tengah), drg Utami Danniawati (kanan)

Dan inilah perjalanan menelusuri surga tersembunyi di Utara Jawa Tengah. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar