Kamis, 15 Desember 2016

Balas Budi Sang Bule (kisah seputar MDP Maybank)



Hari ini merupakan kelas terakhir enchantment class (read: kelas tambahan) MDP 43 Maybank Indonesia. Tidak terasa dua minggu sudah mau usai begitu saja. Tapi secara ilmu dan spirit memang saya akui sedikit banyak terjadi peningkatan diselang waktu dua minggu ini.

Yang ingin diceritakan tentang sebuah perasaan sedih ketika sampai hari pertama masuk ke hotel tempat menginap selama pendidikan. Ingat saat itu saya tiba hari minggu (4/11) sekitar jam 11 malam. Ketika mulai membuka pintu kamar hotel hawa dingin dari ruang gelap menyambut. Bagaimana tidak ternyata selama dua minggu di kamar ini saya akan sendiri. Teman yang ketika in class training tiga bulan pertama MDP Maybank saat ini sudah tidak lagi bersama.


Ia adalah Faqih Ahmad Muzakky, seorang pria sunda pencinta sepak bola dan PERSIB. Dulu bersama pria absurd inilah saya menghabiskan waktu selama tiga bulan di kamar hotel,*eh tapi tenanglah kami tidak melakukan hal yang tidak-tidak ya, hahaha.

Beberapa hari sebelum kelas enchantment ini dimulai dia telah mengabarkan bahwa karirnya di program MDP Maybank telah berakhir. Bukan karena lari. Tapi karena kesehatan yang memaksanya harus fokus ke pengobatan. Cedera di kakinya ternyata mengharuskan dia menghabiskan 3 bulan waktunya untuk pengobatan. Saat tulisan ini dikeluarkan dia sedang menghadapi persiapan operasinya di Negeri Jiran Malaysia.

Memang cidera yang didapatkan dalam langkah memenuhi hasrat hobinya pada sepak bola itu tidak langsung berhubungan antara hidup dan mati. Namun, tetap saja itu berhubungan dengan kenyamanan dia dalam menjalani harinya. Keputusannya untuk menyelesaikan pengobatan cederanya adalah keputusan bijak.

Selama tiga bulan sekamar dengan dia saya belajar banyak, baik secara langsung maupun tidak. Pria sederhana dengan kemampuan menggiring bola diatas rata-rata ini *eh maksudnya kemampuan otak di atas rata-rata.

Dikesempatan kali ini saya ingin menceritakan kisah yang bagi saya luar biasanya. Faqih (sapaan dia) adalah manusia yang juga hobi traveling. Yang saya tahu dia telah berpergian ke beberapa Negara ASEAN, Macau, Korea Selatan hingga Jepang dengan gaya backpacker. Ketika di Jepang dia bergabung dengan rombongan backpacker lainya yang tinggal di rumah sewaan (biasanya untuk menghemat biaya para backpacker akan menyewa penginapan berbentuk rumah secara bersama).

Dalam sosialisasinya dengan para penggila jalan-jalan dari berbagai Negara ini terjadi hal yang luar biasa. Saat ada teman dari Jerman (saya lupa Jerman atau Perancis) kehilangan handphone-nya dialah satu-satunya orang yang membantu mencarikannya. Bahkan sampai harus kembali ke tempat makan yang sebelumnya didatangi oleh rombongan besar ini saat sudah larut malam. Handphone yang dicari pun akhirnya ketemu. Teman bulenya sangat berterima kasih kepada penggila bola ini dan mengatakan akan membalasnya suatu saat nanti.

Hal yang luar biasa bukan paragraf di atas. Tapi kejadian saat ia telah balik ke Indonesia. Tepatnya ketika proses tiga bulan training in class Maybank. Weekend biasanya kami kembali ke Bandung. Nah, saat itulah dia mendapatkan pesan dari sang bule di facebook. Isinya sederhana, mengabarkan bahwa sang bule akan dating ke Indonesia untuk menjelajah Jawa Timur. Namun, sang bule ingin bertemu sebentar dengan Faqih.

Pertemuan mereka pun akhirnya berlangsung di stasiun Bandung (sang bule hanya singgah sebentar untuk bertemu faqih). Pertemuan hanya berlangsung sangat singkat dan ternyata sang bule ingin bertemu untuk memberikan hadiah. Faqih yang mendapatkan tas kecil mengira itu  hadiah biasa dari Eropa. Ucapan terima kasih sederhana pun diberikan. Coba tebak apa isi tas itu?

Ternyata isi tas kecil itu adalah Iphone 6 (lupa berapa GB). Dikarenakan Faqih membantu pria bule ini menemukan handphone-nya di Jepang, ternyata sih bule membalaskan dengan memberikan handphone juga.

Ketulusan untuk membantu orang lain ternyata berbuah dengan kualitas berkali lipat.

Kisah sederhana tapi menginspirasi. Di sisi lain, saya pun mengacungi jempol untuk sang bule.
Saya tahu ketika tulisan ini di publish faqih berbaring di Rumah Sakit (Malaysia). Saya doakan kau cepat pulih kawan, dan segera bisa menggiring hati perempuan, *eeh maksudnya bola bundar sepak bola. Dengan kapasitasmu bisa dipastikan Tuhan akan memberikan keagungan di dunia. Keep humble and inspire brother.

D Hotel Jakarta, 15 Desember 2016.
Faqih tuh yang paling depan ya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar