Senin, 06 Oktober 2014

Komitmen Kacau




Syukur saya panjatkan pada Tuhan karena kemarin ketika hari raya Qurban (Idul Adha 1435 H) saya ditegur dengan baik oleh Sang Maha Penyayang. Badan terasa kurang fit namun dengan begitu saya mendapat kesempatan untuk berpikir banyak hal. Mencoba menerawang kembali ternyata saya telah melewati dan menghancurkan banyak kepercayaan orang-orang dengan komitmen yang saya kacaukan sendiri.

Pembaca yang budiman pasti pernah juga merasa bersalah atas sebuah pengharapan yang diberikan orang lain kepada kita dan kita mengacaukannya bukan? Hayoooo ngaku saja keleeez... hehehhe

Dengan nama baik dan kualitas yang kita punya sering membuat orang lain berharap banyak kepada kita. Hal ini memaksa kita untuk membuat komitmen dengan pengharapan orang lain kepada kita. Mau tidak mau kita harus tetap menerima beberapa hal tersebut, mungkin ada hal-hal yang bisa kita tolak namun penolakan kita terhadap setiap komitmen (amanah) tetap ada batasnya.


Pada titik ini saya pribadi juga mengalami tekanan yang sama dengan para pembaca yang cetar luuar biasa ini. amanah terasa menumpuk kan? Tapi tenang saja, tulisan ini saya buat bukan sebagai pembenaran agar saya bisa mengacaukan komitmen yang ada.

Sadar atau tidak dengan semakin banyak orang yang menaruh harapannya terhadap kita itu menandakan kita telah naik kelas dari sebelumnya dengan naiknya komitmen yang ada. Namun ingat..! Tidak semua yang melalui ujian akan lulus dan naik, tapi akan ada orang yang akan tinggal kelas bukan. Nah,,, ketika kita sadar bahwa komitmen yang ada makin banyak dan kita mulai mengacaukan sebagian komitmen lain maka this is the challenge . Tantangannya akankah kita bisa naik kelas lagi atau tidak.

Analoginya kita sudah separuh jalan nih alias mid semester (ujian tengah semester), dalam ujian mid semester bisa jadi kita lulus dengan nilai pas-pasan atau dengan nilai memuaskan namun tetap saja ini baru separuh jalan, masih ada tugas-tugas setelah mid semester dan ada juga ujian semester (ujian akhir semester). Mau lulus atau tidak itu ditangan kita masing-masing yang diberikan kuasa oleh Tuhan untuk bertindak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar