Senin, 27 Januari 2014

Pesona Dua Hari Bersama Para Mentor



Pesona Dua Hari Bersama Para Mentor

Banyak motivator, psikolog sampai pebisnis mengatakan syarat untuk “cepat” berhasil adalah melihat cara orang-orang yang telah berhasil. Kalau kata pak Tung Desem Waringin gunakan ATM (Amati,Tiru dan Modifikasi) gitu. Bahasa lainnya dari mas Ippho Santosa dan Jamil Azzaini adalah “cari mentor”.

Dua hari kemarin Tuhan memberikan kenikmatan yang luar biasa lagi (yang tidak biasa,hehehe). Sabtu kemarin (25 januari) saya dipertemukan dengan orang-orang muda luar biasa dalam acara “Temu Pemimpin” dari Parlemen Muda Indonesia, walaupun tidak menjadi delegasi daerah namun saya cukup puas dengan materi yang disampaikan dalam setengah hari itu. Orang-orang luar biasa, mulai dari dokter yang membuat asuransi sampah sampai pemuda yang bekerja dengan orang-orang terkaya dunia bahkan ada juga pembicara sebagai orang yang terang-terangan menolak kapitalisme. Luar biasa pelajaran yang saya dapatkan disitu.

Dan pada hari minggu (24 januari) akhirnya saya mendapatkan First Ticket Golden Ways saya. Oh my God!!! Akhirnya bisa liat om Mario langsung (om Mario bilang harus ngiler kalau liatin dia,parah :D)

Oh ya makasih buat kak charles yang memberikan info MTGW...

Yah mentor.... Mungkin dari kita merasakan kesulitan mencari sosok-sosok mentor yang luar biasa, tentu saya perlu mengingatkan dalam Agama kita semua telah ada mentor-mentor (panutan) yang luar biasa yang harus diikuti jalannya. Namun selain itu semua kita juga tak ada salahnya mengambil mentor-mentor yang dekat dengan kita saat ini seperti keluarga kita sendiri tentunya.

Nah bagaimana kalau kita ingin jadi pebisnis? Siapa mentor yang harus kita ambil? Tentulah parah pebisnis yang sudah terbukti dengan kapasitasnya. Kalau ingin jadi dokter tinggal cari dokter yang bisa menjadi panutan. Mentor berfungsi sebagai peta kita agar kita tidak salah arah. Permasalahannya saat ini banyak orang yang kebingungan mencari atau menentukan mentornya. Ada yang mengatakan saya tidak kenal dengan mereka atau saya tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Apakah itu semua benar?

Kalau kita hidup dijaman 60-an yang tidak memungkinkan komunikasi secara cepat dan luas mungkin ini bisa dibenarkan. Tapi ada kisah dibalik bapak proklamator kita yang hidup dijaman seperti itu namun berhasil mendapatkan mentor yang luar biasa. Yang sudah nonton film Soekarno pasti sudah tau bagaimana beliau menjadikan paham-paham anti liberalisasi sebagai mentornya lewat buku-buku yang dibaca. See? Dijaman saat ini kita jangan sampai hilang arah ataupun peta kita agar bisa lebih cepat sampai pada tujuan yang kita inginkan.

Terlalu banyak anak muda yang menjadikan akun-akun galau di Twitter sebagai mentornya, (kalau gak percaya coba liat twitter sendiri, hehehe). Dengan teknologi yang seperti saat ini kita berhak menjadikan siapapun di Dunia ini sebagai mentor kita selama ada hal-hal yang baik untuk kita ambil. Ada internet, ada buku, atau ada orang yang pernah bertemu dengan dia. Jadikan hal-hal itu sebagai jalan mendapatkan mentor. Akan lebih baik tentu ketika mentor itu bisa berkomunikasi langsung dengan kita namun itu bukanlah faktor kunci.

Oh ya, banyak yang jarang menggunakan komunikasi lewat e-mail untuk berkomunikasi dengan orang-orang luar biasa. Saya sangat menyarankan menggunakan media ini sebagai alat komunikasi langsung, pengalaman saya walaupun agak lama tapi biasa dibalas loh...

Finally, tulisan saya tak akan ada gunanya jiak setelah ini teman-teman semua belum menentukan mentornya. Ayo minimal pikirkan dan tuliskan di hp sekalian siapakah orang-orang yang layak dijadikan mentor! Beli bukunya, cari kontaknya atau bertemu langsung dengannya. It simple guys... 

With Hilbram Dunar, MCnya om Mario



suasana dalam studio

Dengan kak Charles, pemberi info









 Salam Pembelajar... JANGAN LUPA! TENTUKAN MENTORMU ya!

1 komentar:

  1. its nice :( emotnya sengaja di sedihin karna iiri :(

    BalasHapus