Rabu, 23 Mei 2018

Weekend Ramadhan Tanpa Instagram dan Whats App (Ramadhan Story-4)



Kali ini saya mencoba hal baru di weekend pertama Ramadhan tahun ini. Saya mencoba mematikan sebagian sosial media (sosmed). Kali ini yang kena adalah 2 aplikasi sosmed yang paling sering saya gunakan yaitu Instagram dan Whats App.


Saya ingin mencoba bagaimana kehidupan di bumi tanpa dua sosmed yang sedang menjadi primadona. Oh iya, nomor handphone saya tetap aktif ya, hal ini untuk mengantisipasi adanya berita penting yang masuk.

Hasilnya lumayan, hitungan kasar saya selama weekend dengan komitmen tidak membuka dua sosmed ini maka waktu yang bisa dihemat menjadi 5 sampai 6 jam. Cukup fantastis dimana ternyata saya dan mungkin pembaca juga menghabiskan waktu yang terbilang tidak singkat untuk kehidupan sosialnya di dunia maya. Memang tidak sepenuhnya hidup di sosmed itu buruk. Buktinya banyak dari manusia bumi yang mendapatkan manfaat ekonomi dari sini.


Yang ingin saya ceritakan adalah setelah pada senin subuh dua aplikasi ini dibuka, hasilnya jumlah pesan penting yang masuk kurang dari 5 pesan. Dan tidak ada pesan mendesak yang masuk. Untuk WA, pesan yang masuk mayoritas adalah chat group, sedangkan Instagram hanya ada 2 pesan saja.

Jadi jika selama weekend kita menghabiskan waktu berjam-jam di dua aplikasi ini, dengan kata lain kita hanya menjadi penonton kehidupan manusia lain. Di Instagram kita hanya menikmati foto dan video dari mereka yang mengejar existensi dan WA hanya seakan menjadi pendengar dalam percakapan beberapa orang yang munngkin kita tidak terlibat di dalamnya.

Jadi saya sarankan silahkan pembaca mencobanya, bagaimana weekend tanpa dua social media terheboh ini. Apakah kehidupan menjadi hambar?

Oh iya, ini tentu tidak berlaku bagi para penggiat ekonomi social media ya, tentu bagi mereka dua aplikasi ini menjadi lading pendapatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar