Selasa, 24 Maret 2015

NEW HABIT



NEW HABIT


Saat ini terasa benar sebuah perkata bijak dari timur yang berbunyi:
“Waktu ibarat pedang, kita bisa menggunakannya untuk memotong atau kita terluka karenanya”

Hari semakin berjalan, tak terasa sudah mau melewati tiga bulan di tahun 2015. Setelah saya mengingat kembali hal-hal apa saja yang telah saya lakukan selama tiga bulan ini ternyata banyak waktu yang saya habiskan percuma.


Skripsi saya BeMov (Belom Move), organisasi mandek kegiatan dan beberapa proyek sosial tidak berjalan sesuai target. Oh ya… Terlebih proposal hidup saya untuk tiga bulan ini presentase keberhasilannya hanya 40%. Arrrgh…….!!!

……….

Namun tenang, saya menulis ini bukan untuk melemahkan diri sendiri serta para pembaca yang budiman (maksud saya budiman bukannya Ibu dari Diman ya,hehehe).

Percaya atau tidak walaupun presentase pelaksanaan proposal hidup saya tiga bulan ini masih 40%  tapi paling tidak saya bisa mencoba mengukur kehidupan saya, plus walaupun baru 40% itu adalah sebuah proses. Dari pada kita berjalan tanpa arah dan ukuran, mending punya arah walaupun masih sempoyongan dalam perjalanannya. Betul tidak? :D (Mungkin ini adalah sebuah pembenaran, tapi tak apalah :p )

Proposal tiga bulan saya akan segera berakhir dan otomatis saya memiliki kewajiban untuk membuat proposal hidup baru lagi. Sebagai acuan saya berkeinginan memasukan habit (kebiasaan) baru dalam hidup saya. Adapun yang ingin saya masukan adalah:

1. Memulai hari sedini mungkin.
Saya mendapat wejangan dari mbak Lowita (senior KAMMI Manado) yang dikutip dari dr.Gamal (Pendiri Asuransi Sampah), yang salah satu poinnya adalah ternyata dr.Gamal memulai hari ketiga sepertiga malam terakhir. Ya jelasnya ketika beliau bangun entah jam 1, 2,3 ataupun jam diantaranya maka beliau langsung memulai hari dengan ritual untuk sang Maha Pencipta (baca:ibadah) kemudian memulai berkarya. Entah itu menyelesaikan tugas kuliah, organisasi, karya tulis ataupun yang lain.

2. Padatkan waktu.
Akhir minggu lalu ada sebuah kalimat yang masih terkenang dalam pikiran ini, dalam pembacaan pengantar Laporan Pertanggung Jawabannya, ketua Umum HMI cabang Manado yunda Sitti Musa (senior HMI Manado) mengatakan “apa daya ketika nasi sudah menjadi bubur, yang bisa kita lakukan sekarang adalah berusaha meramu bubur menjadi bubur ayam yang nikmat”. Yupz, benar… mau berusaha bagaimnapun waktu yang telah lewat tak bisa kita kembalikan. Yang ada mari gunakan kesalahan kemarin untuk meramu masa depan yang cemerlang. Itulah sebabnya saya berkomitmen sebisa mungkin tak akan menyisahkan agenda kosong yang tak bermanfaat dalam jadwal kegiatan harian saya terkecuali dalam pelayanan bagi Ibunda tercinta (saya banyak khilaf atas beliau, T.T). Sebisa mungkin akan saya padatkan kegiatan harian.

3.Paksa biasakanlah
Setelah sekian lama tak mengunjungi salsabila (tempat belajar yang dikelola IPRA Manado) minggu lalu saya sempatkan datang. Walhasil saya kembali dapat wejangan dari Ayahanda Faisal Abdi Sabaya (serius beliau belum berjanggut dan berambut putih yah, hanya saja anak-anak di salsabila sering memanggilnya Ayah). Dia bercerita tentang orang kaya yang mengeluh karena ban mobilnya kempis (baca:bocor coy :D). Orang kaya ini kebingungan karena tidak bisa mengganti ban mobilnya sendiri dengan alasan tidak tau, padahal dia cukup belajar saja. Ketika sudah belajar katanya tetap tidak bisa walaupun dia sudah melihat petugas mengganti banya berkali-kali, ternyata itu karena orang kaya ini tidak membiasakan diri untuk mengganti ban mobilnya sendiri.

Dari sini saya akan membiasakan memaksa diri ini melakukan hal-hal tak nyaman hingga nanti akan menjadi kebiasaan. Hal-hal apa itu? Rangkuman dari tigal hal diatas salah satu contohnya adalah saya akan memaksakan memulai hari sedini mungkin (memulai hari sejak gelap) tanpa membiarkan waktu terbuang sia-sia dan saya akan memaksa hal itu sehingga menjadi kebiasaan baru saya. Hari ini saya mengawali hari pada pukul 3.30 A.M dengan ritual dan memaksa diri untuk memahami skripsi saya (walaupun masih keblinger juga sih) serta memaksa menulis hal ini :D

Terima kasih mbak lowi (KAMMI Manado), yunda Sitti Musa (HmI Manado) dan Ayahanda Faisal Sabaya (IPRA Manado).

Semoga bermanfaat… Interaksi di 085256341105

4 komentar:

  1. Wah.. postingannya mantap bang... (y) alhamdulillah setelah membacanya àne termotivasi.... izin share yah bang !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat syien. terima kasih banyak ya atas kesediaan membaca dan merespon.

      Hapus
  2. Mantap kanda

    BalasHapus