Selasa, 13 September 2016

Humanisme Kurban



Humanisme Kurban

Image result for kambing lucu
Untuk yang belum tahu, berkurban sapi atau kambing itu wajib loh bagi yang mampu. Paling tidak lebih wajib dari pada berkurban untuk dia yang belum tentu menjadi jodoh kita. Hahahah Cieeeee yang jagain istri orang, LOL.

Oh iya, bagi yang belum paham paragraf di atas. Jadi gini, pernah liat orang pacaran bertahun-tahun? Setahun, dua tahun, tiga tahun bahkan sampai 8 tahun. Namun, pada akhirnya si do’i menikah dengan yang lain. Itu berarti laki-laki yang pacarannya lama, sama saja jagain istri orang. *turut berduka bagi yang telah menjadi korban. hahahaha


Yang paling romantis sekaligus tragis adalah ketika ada cowok yang menjaga pacarnya untuk tidak pulang malam. Menjadi bodyguard sekaligus driver pribadi demi sih cinta dan akhirnya yang memanen keterjagaan sih cinta adalah orang lain. *ciiie yang saling menjaga.

Cukuplah baper malam ini. Oh iya, apalagi  baper kuadrat ya (yang udah baca Tebar Kurban Menjadi Perasaan pasti paham).

Masih suasana hari raya kurban. Apakah hari raya ini hanya untuk mereka yang punya uang membeli kambing atau sapi? Bahasanyakan bagi yang mampu. Lah terus yang tidak mampu? Tenanglah, sepemahaman saya sapi tidak bisa harakiri (sejenis cara bunuh diri di Jepang). Sapi maupun kambing tetap butuh bantuan orang lain untuk wafat.

Poin universal yang ingin disampaikan adalah:

Pertama, bagi yang belum mampu berkurban sapi atau kambing tentu bisa berkurban hal lain. Kita tahu bersama di tempat pemotongan hewan kurban akan butuh banyak tenaga manusia. Mulai dari para pria otot kawat tulang besi untuk menyembelih dan membersihkan sih emmbeeek (baca: hewan kurban). Wanita anggun yang biasanya menyiapkan es teh manis dan n*trisari dingin beserta makanan beratnya. Tidak lupa juga anak-anak sebagai supporter yang luar biasa dipinggir arena pertarungan. Jadi, banyak cara sebenarnya untuk kita berkurban (tapi tetap wajib kurban embeeeek loh bagi yang mampu).

Kedua, kurban membawah tali persaudaraan dan kesetaraan kemanusian. Perlu diketahui yang berhak mendapatkan hewan kurban bukan hanya orang muslim loh, tapi sahabat-sahabat non-muslim yang berada di wilayah berlebih juga biasanya bakal dikasih. Kebahagian makan daging akan dirasakan semua orang dalam satu wilayah. Karena disitulah nilai berbagi kebaikan yang ada. *sekaligus mengkritik jika ada masjid yang melewati beberapa rumah tertentu dalam menyebarkan daging karena alasan subjektif.

Ketiga, give the best. Duh, duh. Dalam memilih hewan yang akan dikurbankan itu penuh syarat loh (kayak syarat mahar untuk meminang sih do’i). Karena yang dikorbankan memang haruslah yang terbaik dan sesuai syarat (syarat agamanya bukan kapasitas saya untuk menulisnya). Jika salah memberikan hewab kurban maka kurban bisa tidak tsaah loh (nikah tanpa tsaah saja bisa jadi masalah loh). Cihuuuy.

Keempat, kurban adalah sesuatu yang bersih. Lebih dari 1000 tahun proses kurban telah menggema. Namun, rasanya tidak pernah ada kasus penyakit akibat proses pemotongan hewan kurban. Syarat-syarat kebersihan dalam pemotongan hewan kurban itu jelas, dari harus ada lubang sampai air untuk membersihkan segela kotorannya. *sekaligus mengkritik kebijakan pelarangan pemotongan hewan kurban di tempat umum (masjid dan sekolah).

Kelima, berkurban itu cukup 8 ribu sehari. Untuk yang belum berkurban tahun ini, mari kita niat dan usahakan untuk tahun depan. Untuk yang sering jajan diluar rumah (baca: beli makanan, minuman dan nongkrong) rasanya Rp 8.000,00 sehari hampir tidak bernilai. Namun, ternyata jika disisihkan Rp 8000,00 sehari maka dalam waktu 300 hari akan terkumpul uang Rp 2.400.000 yang merupakan kisaran harga kurban sapi untuk satu orang. Terasa tidak mahal jika Rp 8.000,00 disisihkan dari besok. *bagi yang kesulitan untuk menabung bisa menghubungi Maybank terdekat untuk mendaftar program My Plan (sekalian promosi yang gaji) hahaha.

Masih tersisah dua hari (tasrik) lagi jika ada yang mau berkurban loh.


Cukuplah kita memberikan kurban (korban) perasaan selama ini. Lebih baik menyiapkan mahar untuk sih do’i. hahahah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar