Minggu, 21 Mei 2017

Tembok Penghalang




Menyemangati tidak memberi arti,
Selama itu tidak membuat jiwa berlari.
Hal baik terpatri pada tiap individu.
Menuntut kita bertumbuh.

Selalu saja akan ada tembok.
1001 alasan untuk kita berbalik.
Mencari tempat paling nyaman untuk istirahat,
Bahkan mungkin tertidur untuk sesaat.
Banyak juga yang memilih tidak bangun.

Sabtu, 20 Mei 2017

Awal - Akhir



Selama dua hari mengikuti #30DWC saya sepertinya menjadi penyetor tulisan pertama di Squad (tim) 10. Sebenarnya bukan karena tanpa alasan, ini dikarenakan saya mengejar waktu menulis sebelum ke kantor. Berbeda hari ini, akhirnya saya memutuskan untuk menyetorkan tulisan di akhir hari.

Sebuah percobaan yang membahayakan. Tapi, sungguh ini membawah sensasi lain. Menulis beberapa menit sebelum deadline. *Ewew. Rasanya manis-manis manja gimana gitu. Untunglah ini tidak berpengaruh untuk hidup dan mati. Tulisan yang terlambat disetor hanya akan membuat kehilangan poin. Tidak membuat kehilangan pacar yang kemudian menjadi mantan. Hahaha. Pun ini tidak akan membuat mantan tiba-tiba memohon untuk balikan. Hihihi

Kamis, 18 Mei 2017

Mendengarkan



Senin dan Rabu minggu ini saya menghabiskan waktu yang cukup banyak bersama dua driver Assa, vendor kendaraan perusahaan tempat saya berkerja. Dua pria yang kece abis deh. Senin bersama Mr. Edward alias Pak Edo dan Rabu bersama Syeh Su’aib alias Pak Sueb.

Dalam perjalanan kali ini saya banyak mendapatkan pelajaran soal CINTA. Iya cinta yang itu, Cerita INdah Tiada Akhir (Bahasa guru saya Mr. Rizal Kasim S.IP. , M.Si.). Bagaimana tidak, dua pria ini telah lebih berpengalaman dan terhitung profesianal dibidangnya. Tentu dengan jam terbang mereka yang tinggi. Semoga mereka tidak playboy pada masanya. *Ewew

Rabu, 17 Mei 2017

Perang



Akhirnya terlaksana juga, rencana untuk mengikuti kelas dari Inspirator Academy. Sedikit melenceng tapi masih satu arah. Niat awal ingin mengikuti kelas Mentoring Menulis Online atau Bikin Buku Club. Eh malah nyasar di kelas 30 Days Writing Challenge (#30DWC).
 
Sesuai nama programnya #30DWC berarti tantanggan menulis tanpa henti selama 30 hari. Ewew. Sebagian orang mungkin akan enek  mendengarnya. Bagaimana mungkin dengan aktivitas rutin kita yang bukan sebagai penulis kemudian bisa tanpa henti menulis setiap hari? Ya namanya juga tantangan, kalau kedengaran mudah berada tidak menantang. Ewew

Konsep program ini lumayan menyenangkan, peserta diajak memasuki ruang imajinasi dimana kita diibaratkan menjadi bagian dari sebuah kerajaan lengkap dengan sistem pemerintahaan yang berjalan di dalamnya. Silahkan berimajinasi bagaimana kira-kira sistemnya. Takut dianggap membocorkan rahasia perusahaan soalnya. Heheheh

Selasa, 16 Mei 2017

Apa Adanya



Aku berusaha melepaskan kulit megah yang ada,
Tidak lupa juga kulit busuk yang menutupi raga.

Aku tahu tidak seutuhnya megah itu aku yang sejati,
Aku juga tahu tidak semua kebusukan adalah aku hakiki.