Sudah hampir dua bulan saya
memutuskan untuk pindah domisili ke Bandung. Selama dua bulan ini saya pun
banyak belajar. Sejujurnya saya berat untuk meninggalkan Manado, karena bagi saya Manado lebih dari sebuah
kota, “Manado adalah tempat darah dan keringat selama 22 tahun ini dicurahkan,
penuh emosi dan cinta. Penuh rangkaian kata yang bertangkaikan makna dalam
kehidupan”. Cieeee ileh, sok puitis amat ya… hahahaha
Rabu, 09 Maret 2016
Senin, 18 Januari 2016
Katakanlah!
Katakanlah!
Saat ini
banyak orang yang menganggap bahwa diam dan langsung bekerja adalah baik. “Dari
pada banyak omong terus tidak melakukan sesuatu” terbersit dihati sebagian
orang. Menyangkut mimpi, saya tidak setuju dengan hal ini. Bagi saya mimpi itu
harus dikatakan, dikatakan, dan dikatakan. Sebab jika kita tidak mengatakan
atau membicarakan mimpi kita pada orang lain, maka saat itu juga orang lain tak
punya ukuran apakah mimpi kita kelak sudah berhasil atau tidak.
Selasa, 12 Januari 2016
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (3)
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (3)
Pastikan sudah membaca Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (1) dan Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (2) sebelum melanjutkan, hehehehe
1 Desember 2015 biasanya disambut
oleh kalangan anak muda yang menyebut diri mereka “kekinian” dengan Desember Wish. Namun 1 Desember saya
menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pengalaman yang sebenarnya susah
diungkapkan dengan kata-kata. Diawal saya ingin berterima kasih buat kak Amel
dan Rumah Zakat yang memberikan saya kesempatan turun langsung di Halmahera
Barat.
Senin, 11 Januari 2016
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (2)
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (2)
pastikan sudah membaca Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (1)
| salah satu sudut di dekat pelabuhan Jailolo, HalBar |
30 November 2015 jam 8 pagi pelabuhan
Jailolo menyambut kami (Maluku Utara lebih cepat satu jam dari Sulawesi Utara.
Sekitar 1,5 jam kami menunggu penumpang lain yang sibuk menurunkan penumpang,
sekaligus kami menunggu truk kepolisian yang direncanakan menjemput kami.
Untungnya kami memiliki senior (kak Zul) di kampus UNSRAT yang berdomisili di
HalBar, sehingga proses komunikasi bisa lebih mudah.
Sabtu, 09 Januari 2016
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (1)
Perjalanan Sosial dan Spiritual Menuju Provinsi Pembuat Sejarah (1)
29 November 2015, #eeeh mungkin
tulisan ini ketika dipublikasikan sudah nampak basih. Tapi tak mengapa selama
tulisan ini masih bisa memberikan dampak positif. Sering hal-hal basih malah bisa
berubah menjadi sesuatu yang positif. Seperti nasi basi yang kemudian dijemur
untuk dijadikan makanan lagi. Hehehehe
Langganan:
Postingan (Atom)



