Senin, 15 Mei 2017
Dramakah?
Menemukanmu hari ini
seperti mimpi.
Aku menjalani hari
dengan berseri.
Nampak drama, tapi itu
dari hati.
Berusaha aku
mengungkapkan arti.
Aku tahu tidak
berkesan layaknya drama korea,
Tidak mendalam seperti
kisah arjuna,
Jauh-jauh mungkin
terdengar layaknya teks usang drama Indonesia.
Ya, kisah yang
berulang dilayar kaca.
Selasa, 02 Mei 2017
Resensi Buku Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang)
IDENTITAS BUKU
Judul Buku: Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang)
Judul Buku: Guyu (Hidup Tenang, Mati Senang)
Penulis: Cak Aep (Arief Eko Prasetyo)
Editor: N. Luky Andari
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Tebal: xx + 180 Halaman
Editor: N. Luky Andari
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Tebal: xx + 180 Halaman
Buku yang merupakan cetatan perjalanan dari Cak Aep yang
memperkenalkan diri sebagai Guyu Master. Dengan judul Guyu (Hidup Tenang, Mati
Senang) Cak Aep memaparkan bagaimana konsep kehidupan yang ideal bagi manusia.
Hidup bukan hanya sekedar mengambil segala kenikmatan di dunia dengan
menghalalkan cara-cara hewani (non-halal).
Senin, 01 Mei 2017
Rasa Takut Membagikan Tulisan
Lupa rasanya kapan terakhir ada rasa bangga dalam diri saat mempromosikan blog ini dalam forum-forum dan sosial media yang ada. Seingat saya, dulu pernah ada rasa bangga saat memposting link blog ini di grup Line dan Whats App, tapi entah kapan itu.
Rasa bangga dan percaya diri saat link blog ini tersebar
menjadi boomerang ketika kesadaran akan kualitas tulisan yang jauh dari mereka.
Mereka yang membuat dunia blogging
dan kepenulisan begitu berwarna. Bagaimana tidak, dulu saya tidak punya benchmark (pembanding) atas tulisan yang
ada. Hanya beberapa blog dari Manusia yang secara umur jauh diatas saya. Jadi
tidak ada beban bahkan niat untuk membandingkan kalitas tulisan di blog ini
dengan mereka. Ya iya lah, mereka bukan kelas saya. Kenapa harus minder dengan
mereka. Tidak masuk akal.
Kembali Mengkoneksikan Dengan Cerita Lama
Kurang lebih dua hari ini saya lebih intens mendekatkan diri pada telepon genggam, bukan memantau social media. Tapi lebih kepada kembali mnghubungkan diri dengan teman-teman yang sudah jarang terkoneksi. Teman lama? Tidak, nyatanya saya tidak mengenal kasta lama dan baru. Tidak ada yang dapat mengganti kenangan bersama teman-teman yang terlebih dahulu membersamai kehidupan jomblo kece ini. *uhuk
Mereka adalah bagian hidup yang turut menghantarkan jomblo
kece ini sampai ke depan pintu gerbang kemerdekaan (pembukaan UUD kali ya). Mereka tidak dapat digantikan oleh
siapapun. Maklumlah, mesin waktu belum ditemukan juga. Kalau sudah ditemukan
ada beberapa orang sih yang pengen dijahili. *Uhuk
Langganan:
Postingan (Atom)




