Senin, 01 Mei 2017
Kamis, 27 April 2017
The Judgement
Setelah sekitar 11 bulan masuk dalam program MDP Maybank
Batch 43, akhirnya hari penghakiman (the
judgement) pun tiba. Tenang saja, ini bukan film horror yang menceritakan
kejombloan seseorang. Lebih dari itu, ini mengkisahkan tentang ujian komprenya
seorang jomblo. Weq, horror tingkat dewa. Hehehe
Ok, bagi job hunter
yang sedang mencari alternatif karir dan mau mencoba program MDP Maybank bisa
baca kumpulan tulisannya pada link ini.
Masuk dalam cerita bagaimana seorang jomblo yang ujian
komprehensif bisa menjadi horor. Memang diujung setiap proses pendidikan harus
ada sebuah tes yang mampu mengukur tingkat keberhasian program tersebut.
Kebetulan di MDP Maybank, programnya berupa ujian komprehensif. Apa saja yang
diuji?? Secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu pengetahuan teori (tekstual)
dan karya tulis (memo analisa bisnis).
Kamis, 06 April 2017
Berharganya Sebuah Panggilan Telepon
Ini merupakan malam ketiga saya tidur di Rumah Sakit untuk
menjaga Ibu saya. InshaAllah ini juga menjadi malam terakhir sebelum besok
beliau pulang kembali dengan sehat. Ini bukan kali pertama ibu saya dirawat di
RS. Namun, kali ini ada hal istimewa yang ingin saya ceritakan pada pembaca.
Selasa, 4 April kemarin sekitar pukul 15 sore hp berdering.
Ingat saya saat itu terlihat panggilan masuk dari Ibu di telepon. Namun, sayangnya saat
yang bersamaan saya sedang ikut melakukan akad kredit sebagai bagian pekerjaan.
Saya putuskan untuk tidak mengangkat panggilan pertama itu, sembari berniat
menelpon balik ketika akad selesai.
Selasa, 04 April 2017
4 tips menulis bagi pemula
Asli, parah. Tadi malam saya butuh lebih dari sejam untuk
menyelesaikan satu tulisan yang kalau dibaca lagi kualitasnya mendekati sampah
bagi para penulis profesional. Silahkan dibaca kalau belum (Pusat Kota Sukabumi). Eits, walaupun
sesampah-sampahnya tulisan itu tetap saja menjadi salah satu bentuk eksistensi
saya. Jadi tidak mengapalah. Masih ada kebahagian bagi saya dengan membaca
tulisan itu.
Faktor yang membuat malam kemarin menjadi begitu miris
dikarenakan memang itu adalah tulisan pertama dibulan April
2017. Menyedihkan. Tulisan itu juga menjadi konten pertama rubrik jalan-jalan
saya (Di Atas Kaki). Berniat
memberikan sentuhan travel blogger
dalam blog ini, malah tersadar kemampuan menulis saya dalam bentuk cerita masih
sangat jauh dibawah kualitasnya.
Senin, 03 April 2017
Wisata Di Sekitar Pusat Kota Sukabumi
Sukabumi, sebuah kota yang dari namanya saja bisa memberikan arti tersendiri. Iseng saja, Sukabumi bisa saya bagi menjadi dua suku kata, yaitu Suka dan Bumi. Memberikan sebuah pengertian bahwa kota ini bisa membuat kita Menyukai Bumi. Di artikel ini saya akan menceritakan pengalaman singkat saat iseng berkelana ke kota ini pada 11 sampai 12 Maret 2017.
Perjalanan ini mengambil start di Kota Bandung, menggunakan
kendaraan pribadi dengan Bandung Barat-Cianjur-Sukabumi. Saat itu sekitar pukul
1 siang perjalanan dimulai. Jalan raya yang dilewati bisa saya katakan
mayoritas dalam kondisi baik. Sepanjang perjaanan kita tidak akan kesusahan
ketika terdapat permasalahan seputar perut, baik untuk memasukan sesuatu
(makan) dan mengeluarkannya (buang air). Hehehe.
Sekitar jam setengah 5 sore kendaraan telah sampai di Kota
Sukabumi. Kota yang ternyata macetnya lumayan parah. Ya mungkin dikarenakan
kedatangan saya adalah hari dimana yang punya pacar jalan keluar untuk
melakukan cengkrama dan para jomblo berdoa agar hujan (baca: MALAM
MINGGU). Menyusuri jalan utama yang sudah menggunakan konsep satu arah
begitu melelahkan dikala itu, maklum perut sudah lapar euy. T.T
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

