Sabtu, 15 Februari 2014

Tiga Yes



Tiga Yes

Tahun 2014 diawali dengan acara-acara pencarian bakat yang spektakuler, sebut saja Indonesian Idol, Akademi Fantasi, sampai Akademi Dangdut. Formatnya sederhana, ketika seleksi di kota-kota yang telah ditentukan, juri akan menyatakan yes atau ia kepada peserta yang mereka sukai dan mendapatkan golden ticket atau semacamnya. Dari seleksi saja sudah terlihat bakat-bakat yang luar biasa bermunculan.
Sahabat sekalian pasti sudah mengetahui rata-rata jumlah dewan juri dalam pencarian bakat, yakni tiga orang, dengan kata lain tiga yes. Yes?!

Jumat, 07 Februari 2014

Perempuan Idaman



Perempuan Idaman

Harta,Tahta dan Wanita...

Tiga hal diatas merupakan sesuatu yang menjadi target atau tujuan banyak orang. Mau muda atau tua pasti menginginkan harta,tahta dan wanita...

Ketika saya datang ke Manado yang dipenuhi wanita cantik nan anggun  membuat saya ingin menulis tentang perempuan idaman... Perempuan seperti apa yang paling banyak diidamkan oleh para lekaki?
Standar umum yang berlaku adalah cantik dan baik...

Semua menginginkan wanita yang cantik agar bisa menjadi kebanggaan bahkan secara kasar ada yang menyebut sebagai piala (semoga pembaca tidak seperti ini). Namun memang banyak yang mengatakan bahwa cantik itu relatif. Artinya setiap pria punya penilaian berbeda dengan yang namanya “cantik”. Ada teman saya mengatakan bahwa cantik itu relatif namun jelek itu absolut (hehehe).

Sabtu, 01 Februari 2014

MAHASISWA SEBAGAI MOTOR EKONOMI KERAKYATAN





Oleh: Wahyu E.N.Repi (@wahyu_presiden)


 Mahasiswa Sebagai Motor
Mahasiswa sebagai motor berarti memiliki kekuatan untuk menggerakan, dalam pengertiannya itu mahasiswa dituntut untuk bisa memberikan pengaruh kepada lingkungannya. Perlu diketahui juga pengaruh apa yang bisa diberikan oleh mahasiswa karena tentu lingkungannya sendiri berharap mendapat pengaruh positif bukannya pengaruh negatif.
Disini perlu juga dipahami yang dimaksud mahasiswa siapa saja, kebanyakan memandang mahasiswa hanya dari segi tingkat pendidikannya. Yaitu orang yang melakukan pendidikan dijenjang universitas, sekolah tinggi ataupun akademi. Padahal mahasiswa bukan hanya sekedar diukur dari situ saja. Bagi saya yang perlu ditambahkan adalah orang yang menempuh pendidikan di universitas, sekolah tinggi maupun akademi yang memiliki tanggung jawab sosialnya.

Rabu, 29 Januari 2014

Speak Up!



Speak Up!


Dunia berkembang dengan begitu pesatnya, alhasil banyak ilmu pengetahuan yang berkembang. Kita lihat saja dahulu orang tidak mengenal Akuntansi dan Manajemen dalam Ilmu Ekonomi, namun dengan tututan keperluan maka lahirlah ilmu terapan seperti itu. Bahkan hal yang sederhana dan sering dilakukan setiap hari seperti berbicara melahirkan Ilmu Komunikasi. Itu semua tuntutan yang harus dipenuhi.

Speak Up...


Alkisah ada seorang bernama Alo yang disuruh membeli bahan makanan untuk membuat sup ayam karena Ibunya sedang sibuk. Dia pergi ke pasar langganan Ibunya dan memilih daging ayam, sambil menunggu datanglah seorang Ibu yang membeli ayam kampung. Alo akhirnya bingung karena sudah tidak bisa membedakan mana ayamnya dan ayam Ibu tadi. Tukang daging kemudian mengambil ayam pertama, karena dia tidak tau mana ayamnya Alo hanya diam saja karena beranggapan ini tukang ayam langganan jadi pasti sudah tau cara memotong ayamnya. Ternyata benar ayam pertama adalah ayam milik Alo dan potongan dagingnya berbeda dari biasanya.

Senin, 27 Januari 2014

Pesona Dua Hari Bersama Para Mentor



Pesona Dua Hari Bersama Para Mentor

Banyak motivator, psikolog sampai pebisnis mengatakan syarat untuk “cepat” berhasil adalah melihat cara orang-orang yang telah berhasil. Kalau kata pak Tung Desem Waringin gunakan ATM (Amati,Tiru dan Modifikasi) gitu. Bahasa lainnya dari mas Ippho Santosa dan Jamil Azzaini adalah “cari mentor”.

Dua hari kemarin Tuhan memberikan kenikmatan yang luar biasa lagi (yang tidak biasa,hehehe). Sabtu kemarin (25 januari) saya dipertemukan dengan orang-orang muda luar biasa dalam acara “Temu Pemimpin” dari Parlemen Muda Indonesia, walaupun tidak menjadi delegasi daerah namun saya cukup puas dengan materi yang disampaikan dalam setengah hari itu. Orang-orang luar biasa, mulai dari dokter yang membuat asuransi sampah sampai pemuda yang bekerja dengan orang-orang terkaya dunia bahkan ada juga pembicara sebagai orang yang terang-terangan menolak kapitalisme. Luar biasa pelajaran yang saya dapatkan disitu.

Dan pada hari minggu (24 januari) akhirnya saya mendapatkan First Ticket Golden Ways saya. Oh my God!!! Akhirnya bisa liat om Mario langsung (om Mario bilang harus ngiler kalau liatin dia,parah :D)