Rabu, 21 Desember 2016

Bahagia Ala Om Telolet Om



Sekitar 3 bulan terakhir, terlihat jelas upaya adu domba yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di negeri kita, Indonesia. Mereka mulai memainkan isu ras hingga membenturkan Agama dan Negara. Sosial media menjadi alat utama untuk memulai politik adu domba ini. Memanfaatkan keyakinan dan iman tiap individu lewat berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Tapi syukurlah di Negeri kita ini masih banyak orang cerdas yang berusaha mencernah keadaan.

Saya tidak ingin membahas paragraf di atas hingga waktu yang belum ditentukan. Hehehe.
Saya ingin membahas trend kekinian yang mampu mengalahkan permainan adu domba di atas. Setidaknya 4 hari terakhir ini. Ada yang tahu?

Heheheh, trend media sosial yang berhasil mengurangi tensi panas Negeri ini adalah “Om Telolet Om”. Apa? Jika pembaca belum tahu kalimat itu, segera, segeralah menuliskan kata tersebut di mesin pencarian (misal: google). Dan silahkan mengkerutkan kening kemudian tertawa. Wkakaka

Berikut awal mula Om Telolet Om yang coba saya susun dari ccnindonesia.com dan bintang.com secara sederhana. Jadi Om Telolet Om hanya merupakan sebuah frasa. Bagi yang belum tahu, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang besifat non-predikatif (tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat). Jadi Om Telolet Om murni adalah sebuah istilah yang muncul begitu saja tanpa sengaja atau tidak melibatkan ahli bahasa dalam penyusunannya, hehehe. Jangan berat-beratlah.


Frasa ini muncul diawali oleh sekelompok anak muda di Jawa Timur yang “iseng” meminta supir bis membunyikan klaksonnya. Mereka murni untuk iseng alias mencari kepuasan diri saja. Nah, dalam meminta para supir membunyikan klaksonnya, para pemuda ini meneriakan “pak telolet pak” atau om telolet om”. Selain berteriak, mereka juga menuliskannya di lembaran kertas yang diangkat ketika bis lewat. Telolet karena bunyi klakson memang terdengar seperti kata “telolet”. Belakangan muncul juga klason yang dimodifikasi dengan berbagai irama, hal ini juga membuat Om Telolet Om makin viral.

Setelah melakukan aksinya, mereka mengunggah ke-iseng-an itu di media sosial. Ternyata respon masyarakat positif, banyak yang terhibur hingga pada akhirnya mengikuti aksi iseng tersebut. Mulailah makin banyak saja masyarakat yang menjadi Telolet Hunter. Selebritas dunia pun banyak yang membuat postingan terkait om telolet om. Menurut saya jika diamati, faktor yang mempengaruhi  om telolet om menjadi popular adalah ekspresi bahagia dari para pemuda tersebut. Maklum saja, situasi tegang akhir-akhir ini membuat tawa makin jarang hadir di layar kaca, hehehe. Yang lebih menyentuh aksi ini juga dilakukan oleh anak-anak kecil di daerah pantura dan lintas Sumatera. Mereka begitu gembira ketika klakson telolet dibunyikan.

Banyak yang berkomentar “tidak perlu biaya mahal untuk bahagia” begitu melihat aksi anak-anak ini. Ya memang, begitulah hidup. Di tengah tensi politik yang naik, Om Telolet Om mampu memberikan kebahagian tersendiri. Tanpa uang. Kebahagian sederhana tanpa beban. Hal inilah yang sering terlupakan.

Bahagia tanpa syarat, bahagia tanpa uang, bahagia tanpa beban. Yang belum bahagia silahkan mencoba ke-iseng-an Om Telolet Om. Semoga bahagia. Walaupun masih sendirian :p hahaha

sumber gambar 1 : iambuspacker.com
sumber gambar 2 : Bintang.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar