Sabtu, 24 Mei 2014

Goresan Untuk Sejarah



Sedih rasanya hari ini (21 Mei 2014) ketika menyadari lebih dari dua bulan saya tak memiliki produktivitas nyata dalam hal wacana dengan bentuk tulisan. Seperti yang kita tau bahwa kita akan menjadi manusia pintar dengan membaca banyak hal, namun itu tak akan membuat kita dikenal dalam sejarah. Untuk bisa dikenang dalam sejarah caranya hanya satu. Jika ada yang bertanya bagaimana? Jawabnya lewat TULISAN!


Apakah semua tokoh yang dikenal sampai hari ini menulis? Tentu tidak, namun mereka ditulis oleh sejarah lewat orang lain. Abad modern saya contohkan seorang Chairul Tanjung lewat buku berjudul “Si Anak Singkong”, buku itu bukan ditulis olehnya, tapi oleh wartawan senior kompas bapak Tjahja Gunawan Diredja (selamat pak bapak juga akan dikenang sejarah lewat tulisan saya, heheheh).


Bahkan nabi besar sekalipun seperti Muhammad, Musa dan Isa bisa dikenang dan memiliki pengikut sampai hari ini karena adanya catatan rekaman kehidupan mereka lewat kitab-kitab yang ada. Apakah mereka menulis? TIDAK! Namun ingat “mereka melakukan sesuatu yang besar agar bisa dicatat sejarah”. Apakah hari ini kita sudah melakukan sesuatu yang besar? Sebagaian dari kita pasti menjawab belum.
Bagaimana dengan kita yang masih muda? Atau walaupun sudah tua namun belum dicatat sejarah? Cara yang paling mudah agar bisa dicatat sejarah adalah lewat tulisan kita sendiri. Lewat tulisan yang kemudian kita sebarkan maka itu akan menjadi buah pemikiran untuk orang lain.

Seorang Raditya Dika, pemuda semi-gila katanya ternyata bisa berhasil lewat tulisan kehidupan pribadinya yang dia tulis di blog kemudian dicetak menjadi buku. Masih malas menulis? Silahkan hilang ditelan zaman (hehehe). @wahyu_presiden

Selasa, 29 April 2014

Menjatuhkan Diri Kedalam Angka



Menjatuhkan Diri Kedalam Angka



Akuntansi merupakan profesi yang jarang dikenal anak-anak, alasannya sederhana,karena Akuntan sebagai profesi dari Akuntansi tidak memiliki seragam atau images yang bisa dilihat anak-anak seperti dokter dengan baju putih, pengacara dengan baju hitamnya dan para abdi Negara dengan seragam kebesarannya.

Saya ketika SMA masuk dalam Jurusan IPA karena belum mengenal profesi Akuntan, namun saat kelas dua SMA saya melihat dimedia (Elektronik dan Cetak) profesi Ekonom (orang yang handal dalam bidang Ekonomi) sangat diperhatikan dan memiliki tugas besar. Saat itulah saya tertarik dengan dunia Ekonomi. Setelah saya tertarik saya pun mulai mencari tau informasi terkait profesi dibidang Ekonomi. Saya bersyukur Ibu saya adalah pengajar SMA jurusan Ekonomi sehingga saya lebih mudah mendapatkan informasi.

Kamis, 20 Maret 2014

Yes Man

Terlampau banyak sebenarnya kesempatan yang ada disekeliling kita, berbagai kesempatan diberikanoleh orang tua, teman, guru bahkan yang tidak kita kenal. Begitulah adanya ketika dunia mulai sesak dengan manusia maka kesempatan bertambah berkali-kali lipat.

Dalam sehari berapa kali kesempatan datang kepada kita? Coba dihitung berapa kali teman kita mengajak kesuatu tempat, berapa kali guru mengajak kita untuk belajar, berapa kali orang tua memberikan kesempatan pada kita untuk berbagi denga mereka.

Senin, 17 Maret 2014

Belajar Tender




Kamis minggu lalu saya mendapatkan kesempatan luar biasa, bisa masuk sebagai peserta tender. Kita sering mendengarkan kata tender dimedia cetak dan elektronik. Belakangan tender mulai dialihkan kearti yang negatif dengan beberapa kasus korupsi. Mulai dari tender-tender nasional seperti hambalang sampai tender pembuatan jalan raya ditingkat kota. 

Sabtu, 08 Maret 2014

Training Of Trainer

 


Menurut penelitian salah-satu Universitas terkemuka di AS ditemukan 15 hal yang paling ditakuti di dunia. Dan, inilah 15 hal yang paling ditakuti oleh manusia di dunia ini :